Minggu, 20 Februari 2011

perkembangan koloni di australia

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang:
Dengan melihat perkembangan yang ada di Australia maka kita dapat mengetahui keadaan Australia tersebut terutama di daerah Australia Selatan dan Queesland. Di Australia Selatan masalah yang timbul misalnya dalam bidang sosial adalah mereka tidak mempunyai seorang pembantu seperti layaknya pembantu dari orang biasa, tetapi yang bekerja kepada mereka adalah seorang narapidana.
Queensland menjadi koloni yang berdiri sendiri pada tahun 1859. Sebelum menjadi koloni Queensland adalah tempat untuk penempatan narapidana. Tetapi kemudian setelah menjadi koloni daerah ini berkembang cukup pesat.
Sama halnya dengan Australia Selatan dan Queensland, Victoria juga merupakan sebuah koloni yang awalnya merupakan sebuah daerah yang dijadikan sebagai sebagai lahan penelitian oleh para ahli dari Inggris. Karena daerah tersebut dianggap layak untuk dijadikan sebagai tempat pemukiman, maka banyak orang kulit putih yang datang dan menjadikan daerah itu sebagai sebuah koloni baru.

B. Rumusan Masalah:
Dari latar belakang di atas, maka dapat disusun beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu sebagai berikut:
1. Bagaimana latar belakang terbentuknya koloni Australia Selatan, Queensland dan Victoria?
2. bagaimana perkembangan koloni Australia Selatan, Queensland dan Victoria?
3. Apa dampak yang timbul dari terbentuknya koloni Australia Selatan, Queensland dan Victoria?





BAB II
PEMBAHASAN

1. Latar Belakang Pembentukan Koloni Queensland, Australia Selatan dan Victoria:
A. Koloni Queensland:
Pada tahun 1823 John Oxley di tugaskan oleh gubernur New South Wales melakukan penyelidikan kearah utara. Oxley berhasil menemukan daerah di Moreton Bay, di mulut sungai Brisbane. Selanjutnya pada tahun 1824 di daerah ini di buka pemukiman, lalu di sebut distrik Moreton Bay. Koloni dibuat dengan maksud untuk menempatkan narapidana terpisah dari penduduk bebas (free settlers) dan free settlers tidak diperkenankan memasuki daerah itu. Narapidana memang cocok di tempatkan di daerah ini karena di sana narapidana sulit melarikan diri. Hal ini disebabkan karena sekitar daerah ini hanya ada hutan dan semak belukar yang tebal sehingga apabila melarikan diri maka mereka harus memilih hidup kelaparan atau hidup dengan penduduk asli.
Narapidana ini dipekerjakan untuk mempersiapkan tanah yang akan diolah oleh free settlers kemudian. Tetapi rencana ini tidak berhasil karena ketika perasaan anti “convict system” tumbuh di Australia. Sehingga tempat yang khusus untuk narapidana ini di tinggalkan dan terbuka untuk umum.
Pada tahun 1827 seorang ahli botani dan penjelajah yang bernama Allan Cunningham membuka distrik di Daring Downs sebelah barat Brisbane di seberang Great Deviding Range. Daerah ini sangat cocok sekali untuk pengembangan perternakan biri-biri, sehingga peternak biri-biri berusaha mendapatkan ijin dan pinjaman tanah dari pemerintah New South Wales. Kemudian daerah ini semakain meluas ke utara dan ke barat.
Sedangkan distrik Moreton Bay berkembang sangat lambat. Sampai tahun 1846 dalam wilayah sejauh 60 mill dari Brisbane penduduknya hanya terdapat 1.600 orang. Sehingga untuk mempercepat perkembangan daerah ini Dr. Lang seorang pendeta dari Sydney berusaha membawa 600 orang imigran dari Scotlandia ke daerah itu. Pada tahun 1851 jumlah penduduk di sana mencapai 9.000 orang. Dalam perkembangannya para peternak, petani dan penduduk kota di distrik utara mulai memikirkan pemerintahan sendiri lepas dari New South Wales. Mereka ingin membentuk daerah yang ditata sendiri sesuai dengan aspirasi dan kepentingan mereka sendiri .
Pemisahan distrik ini juga menyangkut garis batas. Karena semua pemerintah di Sydney menghendaki agar garis pemisah mengikuti garis lintang selatan 26º, kota-kotanya sekarang bernama Brisbane, Gympie, Roma, dan Charleville, termasuk New South Wales. Sedangkan penduduk di distrik utara tidak menyetujui batas ini. Mereka menghendaki agar garis batas sejauh 30º LS. Pada akhirnya pemerintah Inggris menetapkan garis batas mengikuti garis lintang selatan 29º dan bagian timur garis batas tersebut mengikuti aliran sungai dan lekukan pegunungan hingga ke pantai.
Berdasarkan Australian Colonies Government Act (1850) distrik Moreton Bay menyebut dirinya Queensland dan sejak tahun 1859 berhak mengatur pemerintahannya sendiri yang sesuai dengan aspirasi dan kepentingannya.
Gubernur pertama Queensland adalah Sir George Bowen tiba di Barisbane pada tahun 1859. Ketika ia datang, ia hanya menemukan 7,5 d (tujuh setengah pence) dalam kas, kemudian ia berusaha meminjam uang dari bank sampai pajak dan uang hasil penjualan dan penyewaan tanah masuk ke kas pemerintah.
Di Queensland hubungan dengan penduduk asli dengan masyarakat kulit putih dibumbuhi kepahitan dan keganasan. Sejak tahun 1870-an sering terjadi pembunuhan terhadap tentara, Surveyor, penjelajah (explorer) dan penduduk biasa oleh penduduk asli. Permusuhan ini di mulai oleh rasa curiga dan kekhawatiran dari kedua belah pihak. Para pendatang yang tinggalnya terpencar takut kalau di serang penduduk asli sehingga mereka mendahului membunuhnya. Sedangkan penduduk asli yang merasa terdesak dari daerah perburuannya melakukan tindakan pembalasan.
Setelah menjadi koloni sendiri Queensland mengalami kemajuan yang tinggi hal ini didukung oleh kondisi dan kekayaan alamnya, misalnya emas, timah, tembaga dan batu-batu mulia. Sedangkan keadaan alamnya baik untuk industri peternakan dan ini menjadikan jumlah sapi, kuda dan biri-biri semakin meningkat. Iklim yang tropis menyebabkan Queensland menghasilkan tanaman seperti kapas, gula dan padi-padian. Pada awalnya kapas dari Queensland sangat dibutuhkan oleh negara-negara industri seperti Inggris Tetapi hal ini tidak bertahan lama karena biaya produksi kapas cukup tinggi yang disebabkan oleh penggunaan tenaga buruh yang relatif mahal, jika dibandingkan dengan tenaga kerja perkebunan kapas di Mesir, India dan Amerika Serikat sehingga mengakibatkan produksi kapas kalah bersaing.
Selain biaya produksi yang cukup tinggi, juga menyangkut masalah gula, karena pengusaha perkebunan tebu sukar mendapatkan tenaga kerja murah, sehingga mereka menggunakan tenaga kerja Kanakas. Pengambilan tenaga kerja dari Kanakas mengakibatkan permasalahan di dalam pemerintahan Queensland, karena secara tidak langsung terjadi perbudakan terselebung. Hal ini dapat dilihat dari penculikan-penculikan terhadap tenaga kerja dari Kanakas, yang kemudian dijual kepada pemilik-pemilik perkebunan tebu. Secara teori mereka di pekerjakan untuk waktu tertentu dengan di beri gaji. Tetapi dalam kenyataannya mereka dipekerjakan selama masih mampu dan gajinya hanya barang-barang kecil seperti tembakau, manik-manik, pakaian kerja, dan pipa .
Pemerintah kemudian berusaha mengatasi bahkan menghentikan pengangkutan Kanakas kenegaranya. Hal ini ditentang oleh pemilik perkebunan dan mereka mengancam akan menghentikan penanaman tebu. Apabila ini terjadi maka pemerintah akan kehilangan sumber dananya. Menurut pemerintah menghentikan sumber traffic berarti kerugian materiil, tetapi kalau mengijinkan maka akan melanggar etika moral. Kemudian pemerintah mendesak agar orang yang dibekerjakan minimal < 6 pertahun, disediakan perumahan, dan diperlakukan secara layak.
Hal lain yang berkaitan dengan perkembangan Queensland adalah masalah Irian. Pada tahun 1883 kepala pemerintahan Queensland Sir Thomas Macllwraith mulai angkat bicara mengenai masalah Irian. Ia memutuskan untuk bertindak apabila Inggris tetap tidak bersedia untuk mendudukinya. Ia menyatakan bahwa Jerman sudah merencanakan menduduki Irian Timur. Walaupun Inggris tidak bertindak, Sir Thomas Macllwraith mengutus seorang hakim dan menancapkan bendera Inggris dan menyatakan Irian Timur sebagai milik Inggris (April 1883). Hal ini didukung oleh seluruh koloni di Australia. Maka sejak itu sampai tahun 1901 Irian Timur yang menjadi milik Inggris dipegang oleh Queensland dan anggaran belanjanya ditangung oleh seluruh koloni di Australia .

B. Koloni Australia Selatan:
Australia Barat biasa disebut dengan koloni suatu kongsi, sedangkan Australia Selatan dapat disebut koloni suatu teori, karena pembentukkannya didasarkan pada suatu teori yang dikemukakan oleh Wakelfield. Ia adalah seorang narapidana di Newgate London.
Adapun faktor – faktor pendorong serta penghambat pembentukan koloni di Australia Selatan adalah :
1. Faktor pendorong pembentukan koloni di Australia Selatan
a) Perlunya tanah untuk berladang biri-biri
b) Adanya kepadatan penduduk di Inggris
c) Gaji yang rendah, lapangan kerja jarang dan makanan yang mahal
d) Adanya tanah yang subur di dekat muara sungai Murray.
2. Faktor penghambat dalam pembentukan koloni di Australia Selatan
a) Pemerinath Inggris menolak pembentukan koloni di Autralia Selatan dengan alasan akan memakan biaya mahal, hal ini dilakukannya Inggris mengingat pengalamannya di Australia Barat.
b) Daerah kangaroo kurang cocok untuk dijadikan pemukiman pada waktu itu
c) Tanpa ada perkebunan yang berjalan maka para pekerja tidak akan mendapatkan pekerjaan
d) Ketika George Grey tiba, ia menerima koloni itu dalam keadaan bangkrut
Australia Selatan sangatlah mempunyai arti tersendiri bagi Pemerintahan Inggris, sebab di Australia Selatan mempunyai potensi – potensi yang bisa dikembangkan untuk kemajuan dalam meningkatkan perekonomian di Australia Selatan. Dari Pemerintahan Inggris sendiri juga mempunyai sumbangan bagi Australia Selatan.
Edward Gibson Wakefield, menulis sebuah buku kecil yang berjudul, A Letter from Sydney. Dalam garis besarnya teori Wakefield itu dapat dikemukan dalam dua butir, yaitu:
 Tanah di koloni baru itu hendaknya dijual dengan harga yang cukup mahal (istilah yang digunakan adalah sufficient price), sehingga orang imigran pekerja tidak mudah membelinya. Uang hasil penjualan tanah tersebut hendaknya digunakan untuk mengongkosi migrasi penduduk ke koloni baru tersebut dalam rangka menjamin tersedianya tenaga kerja di koloni itu.
 Tanah hendaknya dijual dalam partai besar (istilahnya: thirty-hectare section), dan dibayar tunai lewat suatu lelang .
Satu lagi ide Wakefield yang perlu dicatat karena mempunyai pengaruh besar dalam rangka pembentukan dan pembinaan koloni baru. Ia mengatakan bahwa koloni harus sesegera mungkin diberikan status pemerintahan sendiri. tindakan itu menurutnya, akan mengikat negeri induk dengan koloni-koloninya bersama-sama lebih erat.
Selanjutnya suatu perhimpunan Australia Selatan dibentuk dan melakukan pendekatan terhadap pemerintah. Dalam tahun 1834, parlemen mengeluarkan suatu undang-undang yang mempotong 300.000 mil persegi wilayah New South Wales untuk mendirikan koloni Australia Selatan. Para pengikut Wakefield membentuk kongsi Australia Selatan dan mengumpulkan uang dan dengan penuh harapan mereka berangkat dari Inggris pada 1836. rombongan partama tiba di Pulau Kangaroo. Tetapi ternyata pulau ini tidak cocok untuk dijadikan pemukiman pada waktu itu. Oleh karena itu, Kolonel Light melakukan penelitian dan akhirnya memilih lokasi dimana sekarang berdiri kota Adelaide .

C. Koloni Victoria:
Dalam tahun 1803, Letnan Kolonel David Collins ditugaskan memimpin sekelompok narapidana dan militer untuk memebentuk pemukiman baru di Sorento, di Teluk Port Phillip. Namun beberapa bulan kemudian Collins meninggalkan pemukiman baru itudengan alasan daerah ini tidak memenuhi syarat sebagai tempat pemukiman.
Ketika Mayor Mitchell, dalam perjalanan eksplorasinya memasuki Teluk Portland dalam tuhun 1836, ia terkejut mengetahui bahwa disana sudah ada orang kulit putih yang tinggal menetap. Mereka adalah Henty bersaudara, yang telah menetap di sana sejak tahun 1834. mereka adalah anak-anak Thomas Henty, seorang petani yang berasal dari Sussex, Inggris. Tertarik oleh propaganda pembentukan koloni Australia Barat, Thomas Henty berserta seluruh anggota keluarganya berimigrasi ke Swan River. Setelah gagal mendapatkan tanah yang cocok untuk diolah dan didiami di Australia Barat, Thomas Henty pindah ke Tasmania.
Mendengar laporan Edward itu, Thomas Henty pergi melihat keadaan Teluk Portland, ia menyetujui serta mendukung pilihan Edward tersebut. Thomas Henty berangkat pada bulan November 1834, bersetra keluarganya, ternak, alat-alat, tanaman-tanaman serta para pekerja terikat ke Teluk Portland untuk memulai pemukiman baru. Thomas Henty dan keluarganya inilah yang merupakan penetap kulit putih pertama di daerah yang sekarang bernama Victoria .





2. Perkembangan koloni-konoli (Queensland, australia selatan, dan victoria) di Australia
A. Queensland
Pada awalnya Queensland merupakan bagian dari New South Wales, pemukiman Queensland dimulai sejak tahun 1824, dan setelah 35 tahun koloni ini mampu untuk berdiri sendiri (1859)
Pada tahun 1823 Jhon Oxley ditugaskan oleh gubernur New South Wales untuk melakukan penyelidikan ke arah utara, dan ia berhasil menemukan sebuah daerah baru yakni Moreton Bay di hilir sungai Brisbane. Setahun kemudian (1824) Jhon Oxley membuka daerah ini untuk dijadikan pemukiman yang baru yang disebut distrik Moreton Bay.
Ide membuka koloni ini adalah untuk memisahkan narapidana dengan penduduk bebas (free settlers) dan free settlers tidak diperkenankan untuk memasuki wilayah ini, daerah ini sangat cocok karena narapidana sangat sulit untuk merikan diri karena satu-satunya tempat untuk melarikan diri ialah hutan dan semak belukar. Selain itu mereka harus memilih kelaparan atau hidup bersama penduduk asli, para narapidana mempersiapkan tanah yang nantinya akan diolah oleh free settler atau penduduk bebas akan tetapi rencana ini tidak berhasil karena berkembangnya perasaan anti “Convit Sytem”
Perkembangan distrik Moreton Bay ini sangat lambat hingga tahun 1846 hanya dihuni oleh 1.600 jiwa dan untuk mepercepat perkembanganya Dokter Lang seorang pendeta dari Sydney membawa 600 orang imigran dari Scotlandia. Walaupun imigran ini kecewa tapi mereka tetap berusaha hingga pada tahun 1851 jumlah penduduk bertambah menjadi 9000 jiwa.
Dalam perkembangan selanjutnya para peternak, petani, dan penduduk kota di distrik utara ini. Mereka mulai memikirkan pemerintahan sendiri lepas dari New South Wales mereka tidak puas karena hanya memiliki satu wakil saja di dalam parlemen New South Wales. Sedangkan pemerintahan yang berada di Sydney terlalu jauh dan tidak mengetahui masalah yang dihadapi oleh mereka
Dalam rangka memisahkan diri dari New South Wales ialah batas wilayah, semua pemerintah di Sydney menghendaki agar garis pemisah itu mengikuti garis 26 derajat Lintang Selatan yang bararti kota-kota Brisbane, Gympie, Roma, masih termasuk wilayah New South Wales dan hal ini tidak disetujui oleh distrik utara yang menghendaki garis batas sejauh 30 derajat Lintang Selatan. Akhirnya pemerintah Inggris menetapkan garis batas mengikuti garis 29 derajat lintang selatan , di bagian timur garis batas mengikuti aliran sungai dan ekukan gunung hingga laut pembagian ini terjadi tahun 1859.
Berdasarkan Autralia Colonies Government Act (1850) distrik Moreton Bay yang menyebut dirinya Queensland sejak tahun 1859 berhak untuk mengatur pemerintahan sendiri yang sesuai dengan aspirasi dan kepentinganya. Gubernur pertama Queensland adalah Sir George Bowen.
Sejak berdirinya koloni ini secara mandiri Queensland mengalami kemajuan yang pesat, kemajuan ini didukung oleh sumber daya alam yang tersedia seperti emas, timah, tembaga, dan batu-batu mulia selain bahan tambang Queensland juga dianugerahi oleh keadaan alam yang sangat mendukung untuk industri peternakan dan perkebunan

B. Autralia selatan
Diawali oleh buah pemikiran Edward Gibbon Wakefikeld dalam bukunya yang berjudul a letter from sydney yang diterbitkan pada tahun 1829. di dalam bukunya terdapat pokok pikiran yang akhirnya mempengaruhi koloni-koloni di Australia
Di dalam tulisannya dikeluhkan bahwa di New SouthWales seorang majikan tidak dpat hidup layaknya seorang majikan di Inggris, hal ini dikarenakan narapida saja yang diperkajan sebagai seorang pembantu dan Wakefield menawarkan jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut.
Secara garis besar teori Wakefield dapat dikemukaan menjadi dua butir yakni :
1. Tanah di koloni baru hendaknya dijual dengan harga yang cukup mahal sehingga seorang imigran pekerja tidak mudah mudah membeli sebuah bidang tanah.
Uang hasil pembelian tanah tersebut digunakan untuk biaya migrasi penduduk ke koloni tersebut dalam rangka untuk menjaga ketersedian tenaga kerja di koloni tersebut.
2. Tanah hendaknya di jual dalam partai besar dan pemabyarannya tunai lewat suatu lelang
Selain itu satu ide Wakefield yang paut dicatat adalah bahwa semua koloni harus sesegera mungkin diberikan status pemerintahan sendiri
Karena keadaan Ingris yang pada saat itu serba sulit orang-orang berpikir alangkah baiknya kalau ada kesempatan keluar dari Inggris untuk kehidupan yang lebih baik, dan pada saat yang bersamaan datanglah kabar tentang perjalanan Sturt ke daerah sungai Murray dan mengungkapakan adanya tanah yang baik di sekitar sunga Murray. Para pengikut Wakefield yang tertarik dengan berita ini menghadap pemerintah agar diperkenankan berangkat dan membuka pemukiman di daerah tersebut tetapi permintaan ini ditolak oleh pemerintah dengan alasan biaya yang dibutuhan tidak sedikit dan trauma dengan pengalaman di australi barat.
Selanjutnya perhimpunan Australia selatan dibentuk dan melakukan pendekatan-pendekatan terhadap pemerintah dan pada tahun 1834 parlemen mengeluarkan undang-undang yang memotong wilayah new south wales seluas 300.000 mil dengan tujuan untuk mendirikan koloni australia selatan, namun biaya tersebut tidak bersedia ditanggung oleh pemerintah dan biaya tersebut diusahakan oleh suatu dewan komisaris yang juga bertugas mengawasi penjualan tanah. Pemerintah Inggris tetap menghendaki agar koloni yang baru tersebut dibawahi oleh seorang gubernur jendral tetapi disini terjadi dualisme pemerintahan yakni seorang guburnur jendral dan dewan pengawasan yang secara teoritis diwakili oleh penduduk koloni tersebut
Dualisme kepemimpinan tersebut akhirnya menimbulkan masalah dan akhirnya oleh pemerintah memanggil pulang kedua pejabat tersebut dan mengangkat seorang gubernur jendral yang baru yakni colonel Gawler. Colonel Gawler akhirnya menghapuskan dualisme kekuasaan tersebut.
Ketika Gawler tiba keadaan koloni sangat buruk dan menyimpang dari teori Wakefield, megikuti teori Wakefield dewan komisaris di London berusaha untuk mencegah pembukaan perkebunan berskala besar dan berusaha menghindari kekurangan tenaga kerja dengan cara mengirimkan pekerja dan mempertahankan harga tanah bahkan menaikan harga tanah dari 12 shcilling menjadi satu poundsterling per acre.
Oleh karena harga tanah yang tinggi akhirnya terjadi penyimpang-penyimpangan sebab tanah-tanah yang merka beli dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Dalam keadaan yang kurang menguntungkan Gawler tetap berusaha, ia mengatur para pekerja untuk melakukan pekerjaan umum, membangun jalan, jembatan, dan dermaga dan arena Gawler tidak memiliki cukup uang untuk membayar para pekerja ia mengeluarkan janji tertulis yang berfungsi untuk menggantikan uang kertas (sering disebut IOU atau bill) akan tetapi ketika bill tersebut disampaikan kepada dewan, dewan menolak membayar dan pemerintah Inggris pun mengambil langkah yang sama.
Komisi majelis rendah melakukan penelitian terhadap pemerintahan semasa Gawler, komisi ini mengakui bahwa kondisi koloni pada saat Gawler tiba yang memaksa Gawler mengambil tindakan tersebut. Komisi ini mempersalahkan undang-undang yang mengatur pembentukan koloni tersebut dam juga memandang bahwa dewan komisaris tidak memiliki pandangan ke depan yang jelas tentang perlunya dualisme pengelolaan Asutralia Selatan. Kegagalan Gawner ini mengakhiri pengawasan dewan komisaris dan suatu undang-undang yang baru yang nerisi pembentukan suatu pemerintahan yang lebih baik undang-undang ini dikeluarkan pada tahun 1842 yang menempatkan Australia Selatan sama dengan koloni yang lain, suatu koloni yang dalam ketatanegaraan inggris biasa disebut Crorn Colony
Ketika George Grey tiba ia menerima koloni ini sudah dalam keadaan bangkrut, Grey berusaha memperbaiki keadaan koloni itu dengan tindakan yang tergolong berani misalnya mengurangi gaji pegawai dalam rangka penghematan, akan tetapi usaha yang dilakuan Grey sia-sia apabila pemerintah Inggris tidak bersedia untuk membayar semua bill pada masa pemerintahan Gawler. Atas bujukan dan janji Grey akhirnya pemerintah Inggris bersedia untuk membayar semua bill senilai 200.000 poundsterling
Setelah masalah bill terselesaikan timbulah kepercayaan dan melaksanakan anjuran-anjuran gubernur sehingga pertania mulai berkembang demikian pula dengan peternakan yang berada di sepanjang sungai Murray
Dalam usaha untuk memajukan daerah koloninya Grey tertolong karena penemuan tambang tembaga di Kapunda pada tahun 1842, kemudian ditemukan lagi tambang tembaga di Burra-Burra. Dan tambang di Burra-Burra ini sangat menguntungkan karena ketersedian sumber daya tambang yang sangat banyak sehingga perusahaan yang membayar 10.000 poundsterling berhasil maraup untung sebanyak 400.000 poundsterling dalam jangka waktu enam tahun saja.
Ketika pemerintah Inggris mengeluarkan Australian Colonies Geverment Act Australi Selatan juga turut mempersiapkan diri untuk menyusun pemerintahan sendiri. Usaha ini dimulai sejak tahun 1853, namun baru dapat berlaku secara efektif sejak tahun 1856

C. Victoria
Pada tahun 1802 kapal Lady Nelson dibawah pimpinan letnan Murray memasuki teluk Port Philip dan sejak kedatangan letnan Murray inilah wilayah ini disebut distrik Port Philip yang sebelumnya wilayah ini termasuk wilayah New South Wales. Pada tahun 1803 letnan colonel Collins ditugaskan untuk membuka daerah pemukiman baru di Sorento di teluk Port Philip.
Namun pemukiman ini hanya didiami beberapa bulan oleh colonel Collins karena tidak memenuhi syarat untuk didiami dan mereka pindah ke daerah Tazmania. Dan daerah ini tidak digubris oleh pemerintahan New South Wales selama 30 tahun.
Pada tahun 1836 mayor Mitchell dalam eksplorasinya memasuki teluk Portlantd dan ia terkejut karena daerah yang diperkiran belum terjamah ternyata sudah didiami oleh orang kulit putih yang telah mendiami daerah ini sejak tahun 1834. Mereka adalah Henty bersaudara , anak-anak Thomas Henty seorang petani yang berasal dari Sussex, Inggris, ia tertarik pindah ke Autralia karena tertarik oleh propaganda pembentukan koloni di Australia barat. Tujuan utamanya adalah untuk membangun masa depan ketujuh anaknya di atas tanah miliknya sendiri
Sebelum Henty berusaha dan menetap di teluk Portland dua orang yang berasal dari Leunceston, J.T Gellibrand dan John Batman yang telah mendengar cerita tentang Henty bersaudara mengajukan permohonan kepada gubernur Darling untuk memberi Grant sebuah bidang tanah di Westernport. Mereka bertujuan untuk membuka peternakan dan permintaan ini ditolak oleh gubernur Darling dengan alasan tidak akan mengijinkan usaha perorangan untuk membuka pemukiman di tempat usaha resmi pemerintah mengalami kegagalan.
Tahun 1834 batman bergabung dengan teman-temannya membentuk sebuah kongsi lalu mengirim sebuah ekspedisi untuk menyelidiki daerah Port Phillip. Dalam ekspedisi ini mereka berhasil memperoleh 600.000 acre lahan yang dibeli dari kepala-kepala suku penduduk asli
Selain kelompok Batman masih ada kelompok lain yang berambisi untuk membuka pemukiman baru di Portland, kelompok ini dipimpin oleh John Pascoe Fawnker. Fawnker membeli sebuah kapal yang diberi nama Enterprice kemudian melakukan penyelidikan di Portland. Batman melihat kolompok ini merupakan saingan mereka dan memperingatkan mereka karena telah melanggar atas tanah yang dimiliki oleh Batman namun persaingan ini tidak menjadi hal serius, kelompok Fawnker akhirnya menetap disuatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Melboume. Kelompok Batman dan Fawnker dianggap sebagai “squatters“ atau penghuni liar kerena pendudukan daerah Port Philip atas kemauan kolonis sendiri tanpa persetujuan dari gubernur New South Wales
Pada tahun 1835 gubernur bersama Legeslatif Council New South Wales mengeluarkan undang-undang yang menyarankan bahwa pendudukan tanah atas tanah pemerintah dengan cara bertempat tinggal dan mendirikan rumah tanpa ijin resmi dianggap melanggar peraturan tetapi peraturan ini tidak berlaku secara efektif karena para penghuni Port Phillip berada jauh dari jangkauan. Dan migrasi ke Port Phillip tidak dapat dibendung
Pemukiman di daerah Port Phillip berkembang dengan pesat, hal ini terlihat dari perkembangan industri peternakan biri-biri, akan tetapi penduduk Port Philip tidak memiliki suara di dalam pemerintahan New South Wales yang berpusat di Sydney. Penduduk Port Phillip menganggap Sydney hanya memberi kewajiban dan aturan-aturan pemilik tanah.
Penduduk Port Phillip akhirnya meminta kepada pemerintah Inggris untuk memisahkan diri dari New South Wales dan untuk menjawab tuntutan ini pemerintah inggris akhirnya merubah jumlah Legeslatif Council New South Wales menjadi 36 orang dimana lima orang anggota dipilih oleh penduduk Port Phillip sendiri dan satu orang anggota dipilih oleh rakyat di Melbourne
Rakyat Port Phillip tetap tidak puas dengan perubahan ini karena jarak Sydney dengan Port Phillip jauh dari tempat tinggal mereka selain itu kendala yang lain adalah tidak tersedianya sarana komunikasi yang dapat menghubungkan Sydney dengan Port Phillip, wakil-wakil mereka yang berada di Sydney tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya dan kehendak dari penduduk Port Phillip.
Akhirnya berdasarkan Australi Colonies Government Act distrik Port Phillip dipisahakn dari New South Wales dan berganti nama menjadi Victoria yang berdiri sendiri menjadi mandiri pada tanggal 1 Juli 1851. Victoria semakin berkembang setelah ditemukannya emas di Bendigo dan Ballarat dan akhirnya terjalin deman emas atau gold rush yang akhirnya menjadi dasar perkembangan industri di kemudian hari.

3. Dampak dari terbentuknya koloni Queensland, Australia Selatan, dan Victoria
a. Queensland
Sejak memisahkan diri dan membentuk koloni sendiri, Queensland mengalami kemajuan dalam bidang ekonomi, hal ini terjadi karena didukung oleh kekayaan alam yang melimpah. Peternakan juga mengalami kemajuan.
Selain itu terdapat penyelewengan karena dalam perkembanganya queensland membutuhkan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyokong perkebunan tebu yang biasa disebut kanakas. Kanakas sendiri adalah penduduk asli dari pulau – pulau Pasifik yang diculik untuk dijual pada pemilik perkebunan tebu untuk dijadikan pekerja.


b. Australia Selatan
Terjadinya penyimpanngan antara teori Wakefield dengan keadaan koloni yang sebenarnya. Pada masa gubernur yang pertama yaitu kapten Hindmarsh terjadi dualisme kepemimpinan yang menimbulkan banyak persoalan.
Adapun penyimpangan yang lain adalah praktek makelar tanah dimana tanah yang mereka beli tidak diolah menjadi lahan perkebunan tetapi mereka jual kembali untuk memperoleh keuntungan.

c. Victoria
Masalah utama yang dihadapi Victoria pada permulaan koloni adalah penghuni liar atau Squatters, para penghuni liar ini masuk ke teluk Portland dengan cara illegal karena tidak mendapat persetujuan dari pemerintah Inggris.



















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya yang melatar belakangi terbentuknya koloni Australia Selatan, Queensland dan Victoria adalah untuk membentuk sebuah koloni baru yang dijadikan sebagai tempat “pembuangan” narapidana. Selain itu karena tanah di ketiga koloni itu dianggap cocok untuk pemukiman, maka banyak dari orang yang juga pindah dan menetap di koloni-koloni tersebut.
Seiring dengan perkembangan, ketiga koloni itu dapat dikatan berjalan mulus, banyak kendala yang terjadi pada awal terbentuknya menjadi sebuah koloni. Misalnya di koloni Queensland, menghadapi permasalahan yang timbul karena penduduk bebas yang tidak diijinkan memasuki wilayah tersebut.
Koloni-koloni yang baru terbentuk itu tentu saja menimbulkan dampak, karena memang koloni ini banyak menghadapi masalah. Dampak yang ditimbulkan dengan terbentuknya koloni Australia selatan, Queensland maupun Victoria, seperti yang terjadi di Australia Selatan adalah terjadinya dualisme kepemimpinan. Sedangkan di Queensland dampaknya adalah penculikan terhadap oaring Kanakas yang dijadikan pekerjaan pada perkebunan tebu.











DAFTAR PUSTAKA

Siboro, J. 1989. Sejarah Australia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Selasa, 18 Januari 2011

Resume sejarah amerika( mata kuliah sejarah amerika)

1. Latar Belakang Munculnya Nasionalisme di Amerika Serikat
Nasionalisme di Amerika Serikat mempunyai beberapa pengertian seperti istilah liberalisme dan demokrasi. Nasionalisme Amerika bersifat equivokal artinya dipengaruhi oleh waktu dan tempat sehingga masing-masing periode mempunyai istilah yang berbeda. Nasionalisme Amerika muncul karena tertanam mental yang kuat dari bangsa Amerika yang merupakan warisan leluhur mereka yaitu Self Goverment, hak untuk menentukan nasib sendiri.
Pada tahap selanjutnya manifestasi nasionalisme Amerika diwujudkan dalam perang kemerdekaan melawan Inggris(1775) yang berakhir dengan Amerika yang ditandai dengan keluarnya Declaration of Independent pada tanggal 4 Juli 1776. Perang kemerdekaan terjadi karena adanya reaksi dari koloni terhadap negara induk yang mengeluarkan macam-macam pajak seperti Quatering act, Stamp act. Dengan demikian nasionalisme Amerika bersifat Kemerdekaan, kebebasan, persamaan, keagungan, dan kebahagian.

2. Arti dan Perkembangan Demokrasi di Amerika Serikat.
Demokrasi berasal dari kata Demos artinya rakyat dan kratos berarti kekuasaan, jadi demokrasi dapat diartikan sebagai Pemerintahan dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan di rakyat dan dijalankan langsung oleh wakil-wakil yang dipilih rakyat melalui sistem pemilihan bebas.
Perkembangan demokrasi di Amerika Serikat telah ada sejak kedatangan koloni-koloni Inggris di Amerika, semua itu menginginkan adanya kebebasan mengatur pemrintahan sendiri dan semakin berkembangan setelah Amerika merdeka pada tahun 1776 dengan dikeluarkan konstitusi Amerika Serikat dimana didalamnya terdapat ketentuan pemilu(memilih Senat dan House of Representatif) dan memilih presiden secara langsung.

3. Sistem Perekonomian di Amerika Serikat
Amerika Serikat ketika masih berupa koloni-koloni, sumber kesejahteraan berasal dari hasil tangkapan dan perdagangan pakaian dari bulu binatang. Namun sering dengan berjalannya waktu, koloni-koloni ini berkembang menjadi negara-negara bagian, maka berkembang pula perekonomian mereka sehingga mulai muncul industri-industri baru. Dengan cepatnya pembangunan ekonomi setelah perang sipil meletakkan dasar – dasar bagi ekonomi modern Amerika. Pada akhir abad 20 dikarenakan adanya pengakuan awal terhadap pentingnya kepemilikkan kaum intelektual yang nantinya menjadi penting dalam negosiasi dagang.
Model pelaksana dari sistim ekonomi campuran adalah perusahaan di Amerika yang terbagi menjadi 2 yaitu perusahaan kecil dan perusahaan besar yang berkorporasi. Perusahaan kecil masih terbagi menjadi 3 yaitu pemilik tunggal, kemitraan usaha dan waralaba dan toko jaringan. Dengan demikian perekonomian di Amerika semakin kokoh dan tampak semakin mengglobal perekonomian Amerika, terbukti dengan adanya NAFTA yang merupaka kespakatan perdagangan bebas Amerika utara semakin memperkuat perekonomian Amerika Serikat terus bertumbuh dengan pesat dan membawa perubahan besar dengan menjadi negara yang kaya di Dunia. Dampak yang ditimbulkan dari perekonomian liberal adalah munculnya depresi ekonomi bagi rakyat Amerika sehingga menimbulkan bertambahnya pengangguran dan meningkatnya kemiskinan masyarakat Amerika.

4. Perjuangan Hak Wanita di Amerika Serikat
Wanita pada masa kolonisasi dianggap dan ditempatkan pada warga kelas 2 dan derajatnya lebih rendah dari kaum laki-laki. Pria secara rasional dan kuat dianggap superior dan wanita mahkluk yang lemah, emotional dan tidak rasional.
Kebebasan yang merupakan tujuan utama migrasi orang eropa ke benua Ameriak ternyata berlaku bagi kaum laki-laki kulit putih dan para wanita tetap saja mendapat pendiskriminasian di segala bidang, pada masa itu wanita hanya sebagai pekerja atau mengurus rumah tangga. Pendidikan yang diberikan bertujuan untuk mempersiapkan wanita agar menjadi ibu dan istri yang baik. Untuk mencapai semua itu diperlukan perjuangan yang cukup berat dalam waktu yang lama, namun untuk mencapai semua terdapat hambatan-hambatan terutama dari kaum laki-laki dikarenakan laki-laki tidak rela kedudukan dan superiorritas tersaingi oleh wanita. Meskipun banyak hambatan wanita tidak pantang menyerah sehingga pada akhirnya wanita Amerika mendapatkan apa yang diperjuangkan.

5. Arti dan Tujuan Politik Luar Negeri di Amerika Serikat
Politik Luar Negeri adalah kumpulan kebijaksanaan suatu negara untuk mengatur hubungan luar negerinya, politik luar negeri ini merupakan bagian dari dari kebijakan nasional dan semata-mata dimaksudkan untuk mengabdi kepada tujuan yang telah ditetapkan khususnya tujuan untuk sesuatu kurun yang sedang dihadapi.
Haluan dasar politik luar negeri yang diletakkan oleh para pendiri Amerika kemudian berkembang pesat sehingga muncul Doktrin Monroe pada tahun 1823. Doktrin Monroe berbunyi “Amerika for the America” maka dengan dikeluarkan Doktrin Monroe maka AS mengisolasi negaranya. Isi dari Doktrin Monroe adalah:
1. Politik isolasi : dunia diluar Amerika jangan mencampuri persoalan dalam negeri AS dan sebaliknya AS jangan mencampuri urusan negara lain.
2. Pelopor Pan-Amerikaisme: Seluruh negara-negara yang ada di Amerika harus merupakan satu keluarga bangsa Amerika di bawah pimpinan USA.
Untuk menghadapi pengaruh komunis dari Uni Soviet Amerika melakukan 2 hal yaitu: pertama mengirim bantuan ekonomi dan militer ke Yunani dan Turki, agar Uni Soviet tidak menguasai ladang minyak di timur tengah. Selain itu AS mengembangkan “Marshal Plan”. Kedua adalah Globalisasi dan ketergantungan antar negara kondisi ini membuat Presiden harus melakukan kerjasama dan perundingan dalam merumuskan Politik Luar Negeri. Ketiga adalah meningkatnya kompleksitas dan kerumitan pengambilan keputusan di gedung putih.

6. Pelaksanaan dan akibat Politik luar Negeri di Amerika
Dalam pelaksanaan politik luar Negeri Amerika hanya terbatas dua tujuan antara lain:
o Menghindari persekutuan yang menjerat negara-negara di Eropa
o Memelihara hegemoni politik di bumi belahan barat
Sehingga perkembangan Politik isolasionalis sepanjang abad 19 dan awal abad ke 20 dimana politik isolasi ini menjadi pondasi dasar dari politik luar negeri, dalam perkembangan politik luar negeri AS terdapat bentuk pelaksanaan dari politik luar negeri:
1. Politik Isolasi
Selama menganut politik isolasi ini pemerintahan AS mengalami peningkatan di bidang Ekonomi karena banyak warga menjadi buruh pabrik senjata dengan upah atau gaji yang tinggi. Dalam hal ini membawa nama baik bagi Wilson dikarenakan dengan kebijakannya membuat taraf hidup warga AS menjadi meningkat.
2. Politik Aliansi
AS melihat perekonomian di eropa mengalami krisis kecuali Uni Soviet yang menjadi momok bagi AS dengan ideologinya Marxis Lennis yang berasaskan sama rasa sama mata tetap kaya dan maju. Hal ini memudahkan menyebarkan ajaran komunis di Eropa yang berakibat krisis moneter setelah PD II. Uni Soviet berusaha menyebarkan ajaran komunis dengan cara memberi perlindungan terhadap negara-negara Eropa dengan syarat mereka harus menganut ajaran Marxis Lennis.


7. Past Dream dan Nation Dream
Amerika merupakan negara super power yang tidak lepas dari sejarah panjang demi mencapai kesuksesan sperti hari ini, Negara AS terdiri atas berbagai suku dan budaya. Penduduk asli Amerika adalah orang Indian yang pada sekitar abad XVII mulai terusik dengan kedatangan para kolonis dari benua Eropa, mereka berasal dari Inggris, Perancis(France), Belanda. Impian awal mereka adalah mencari kebebasan dalam bidang politik, ekonomi, dan agama. Namun kenyataannya mereka tidak semudah itu mendapatkan Impiannya. Ternyata Inggris masih ikut campur dalam masalah mereka yang sudah membentuk koloni.
Pertentangan antara koloni di Amerika dengan pemerintahan Inggris bermula ketika pemerintahan Inggris mengeluarkan Undang-Undang Gula tetes pada tahun 1733, yang memasang bea cukai cukup tinggi terhadap import rum dan gula tetes dari daerah milik Inggris, selain itu diberlakukan Undang-Undang Perangko yang merugikan tiap koloni.

8. Amerika Serikat Bagian Dari Dunia (Politik dan Ekonomi)
Dari beberapa Uraian diatas maka untuk memudahkan kita dala mencari intisari dari makalah ini, sehingga dibagi menjadi beberapa poin intisari makalah ini yaitu:
1. Maksud dari rencana marshal adalah program yang dilaksanakan oleh Amerika Serikat sebagai tindak lanjut dari pidato Presiden Truman. Pidato ini kemudian dikenal dengan Doktrin Truman yang berisikan tentang ajaran Truman dalam memerangi faham komunis yang ditawarkan oleh Uni Soviet. Rencana Marshal sendiri diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Amerika yaitu George Marshall, rencana ini tertuang dalam pidatonya di Universitas Harvard pada bulan Juni 1947 dengan tujuan membantu Eropa dalam pemulihan ekonomi mereka.


2. Faktor yang mndorong dilakukannya Rencana Marshall plan adalah faktor ekonomi yaitu memajukan perdagangan Amerika Serikat dan Eropa Barat selain itu juga menghentikan faham komunis di Eropa. Serta faktor yang pokok yaitu dimana Amerika ingin menguasai perdagangan di Eropa dengan menanam investasi di Eropa Barat.
3. Realisasi dari rencana Marshall yaitu berupa bantuan Finansial untuk 16 negara Eropa barat yang memakan dana sbesar 12 juta dan 13 milyar dolar Amerika.

candi penataran

Pendahuluan

A. Latar Belakang
Kebudayaan meliputi seluruh hasil; karya manusia baik hasil yang berupa benda maupun buah pikiran manusia itu sendiri (sukmono 1973:80) hasil kebudayaan hanyalah berupa benda buatan manusia sedangkan alam pikiran manusia terkandung didalam benda tersebut. Bangunan-bangunan peninggalan sejarah dapat dilihat sampai sekarang hanyalah benda yang terbuat dari batu sedangkan bernda lainnya mudah lapuk karena termakan oleh usia, kalau batu pada bangunan candi bisa diukir dan juga sangat erat kaitannya dengan keagamaan yang masih bersifat suci, bangunan itu sering disebut dengan candi. Candi ini kadang sebagai tempat pemujaan atau tempat untuk memuliakan orang yang sudah meninggal dalam agama hindu sedangkan agama budha sebagai tempat pemujaan dewa bekala.
Sedangkan candi sebagai bangunan mempunyai bagian antara lain kaki candi, tubuh candi, dan atap candi, yang mana kaki candi berbentuk bujur sangkar yang dapat dinaiki oleh anak tangga yang menuju bilik candi, diadalam kaki candi terdapat persegi empat untuk menaruh pripih, tubuh candi terdiridari beberapa bagian bilik yang berisi arca perwujudan. Sedangkan atap candi terdiri atas tiga tingakatan, dari uraian diatas candi melambangkan alam semesta dengan tiga bagian yaitu kaki dimana manusia berbicara, atap merupakan tempat dewa dan tubuh merupakan dua tempat alam yang berbeda yang dimana manusia meninggalkan keduniawian dan menemui tuhan.
Candi ada yang berdiri sendiri dan ada juga yang berdiri secara kelompok dan terdiri atas candi perwara yang lebih kecil seperti ada dalam candi penataran.
B. Rumusan Masalah
Dari uraian diatas maka penulis mengambil beberapa rumusan masalah antara lain:
a) Bagaimana sejarah pembangunan Candi penataran?
b) Sebutkan bagian candi penataran?
c) Bagaimana cerita relief candi penataran?

Tujuan penulisan
• Bagi mahasiswa sejarah: supaya mahasiswa bisa mengetahui perkembangan dan sejarah berdirinya candi khususnya Candi Penataran bserta kerajaan yang mendirikan candi tersebut.


Pembahasan

1. sejarah pembangunan Candi penataran
Candi penataran ini ditemukan oleh Thomas Stamford Raffles, dalam pembanguna candi diduga dibangun secara bertahap sekaligus pada masa pemrintahan seorang raja, dan juga pembangunan ini dimulai sejak adanya kerajaajn kediri,terbukti adanya prasasti yang dibuat oleh raja Syerengga berangka tahun 1119 saka/ 1197 masehi, dan juga raja Jayanegara ikut andil dalam pembangunan candi penataran dan terbukti adanya angfka tahun 1242 saka /1320masehi pada sepasang dwarapala. Pada candi induk terletak dihalaman ketiga ditemui nagka tahu n 1269 saka/ 1347 masehi yaitu menjelang runtuhnya kekuasaan Tribuana TunggalDewi yangkemudian dilanjutkan oleh pemerintahan raja Hyam Wuruk Wikramawardhana, raja berikutnya juga ikut andil dalam pembangunan candi.
Pada mula candi penataran tidak langsung berada diatas permukaan tapiu masih tertutup oleh tanah yang menyerupai gunung kecil, atas jasa Raffles yang berhasil menemukan gunung kecil tersebut dan digali maka candi penataran bisa dilihat sampai sekarang. Banyak orang yang memperhatikan candi tersebut karena peniggalan budaya,walaupun pada saat itu Raffles sedang bertugas mempertahankan Indonesia dari belanda, dikarenakan Indonesia dalam masa penjajahan. Dan pada tahun 1815 ada seorang tokoh budaya yang mengunjungi candi penataran, kemudian hasil kunjungan tersebut dimasukkan dalam History of Java.
Candi penataran ini terletak di desa nglegok, blitar dan berada sekitar 10km di sebelah utara kota blitar dilereng gunung kelud propinsi jawa timur. Didalam candi terdapat candi kecil dan satu candi induk yang dianggap masyarakat merupakan candi yang suci.

2. Bagian-bagian Candi Penataran
Candi penataran merupakan komplek candi yang terbesar dan beberapa kali candi penataran diperluas hal ini berkaitanm dengan angka tahun yang berbeda antara 1246-1454, pada jaman dahulu diduga candi pentaran sebagai kebudayaan negara, candi ini menunjukkan bahwa candi initermegah kedua setelah candi borobudur (menuirut para ahli purbakala). Bangunan ini membujur adri barat ke timur dengan mengarah ke barat yang semula dikelilingi oleh tembok bersisi barat, namun sekarang hanyalah puing-puing.
Luas keseluruhan candi penataran 180 meter X banyaknya komplek candi penataran, dan terbagi menjadi tiga halaman adapun halaman depan, halaman tengah dan halaman belakang yang diyakini sebagai bangunan suci masing-masing halaman dibatasi oleh penyekat dan pintu gerbang.
Untiuk memasuki halamn depan candi harus melewati sepasang dwarapala yang dibangun semasa Raja Jayanegara, dibagian barat laut terdapat semacam teras yang memanjang dari utara sampai selatanyang disebut sebagai pendopo agung (daerah bali disebut balai agung) balai agung ini sebagai tempat upacara selamatan (pesta) disebelah selatan balai agung terdapat pendopo teras yang digunakan sebagai tempat untuk mempersembahkan sejaji bagi paera dewa, selain itu di halaman pertama juga terdapat pendopo teras sebagai tempat para pendeta pemimpin upacara. Di pendopo tersa terdapt angka tahun 1297 saka /1375 masehi. Di halaman kedua juga terdapat dwarapala dengan ukuran yang lebih kecil, halamn tengah ini terdapat sepasang dua candi kecil dengan dua pondasi yang dindingnya polos dan berbentuk persegi panjang di salah satu ssisi candi terdapat ukiran naga yang kemudian disebut candi naga candi naga in berdiri diatas tinggi bidang tanah, bidang tersebut diukir dengan gambar naga yang melingkar disisi candi.
Halaman ketiga terletak di paling timur yang merupakan tempat tersuci dimana terdapat tempat berdirinya candi induk, candik induk ini berukuran 33,80X30,40 meter. Candi induk terdapat tiga tingakatan. Candi yang lain disebut candi angka tahun karena diatas pintu masuk terdapat pahatan angka tahun 1291saka / 1369 masehi dan inilah yang sering disebut masyarakat sebagi candi penataran, disudut candi masih dikenali beberapa arca penghiasnya dengan alas. Tingkat pertama dan kedua sebenarnya soubasment (kaki sekaligus pondasi candi yang melambangkan dunia bawah menurut hinduisme) dan tubuh candi berada pada tingkat ketiaga, di dinding candi terdapat cerita binatang tetapi tubuh candi sudah ada yang di rekontruksi walaupun hanya mengumpulkan batu-batuan. Tubuh candi :tubuh dan puncak candi yang pernah disusun ulang tersebut berada di sebelah utara candi induk, pada candi induk terdapat batu kubah.
Bagian candi yang terpisah adlah du buah kolam, kolam pertama terletak sekitar 200 metr di timur lautcandi penatareankolam tersebut berangka tahun1495 masehi dan pada dindingnya terdapat relief tantri terbagi menjadi dua bilik masing-masing terdapat dua pancuran air yang keluar dari kaki patung siwa mahadewa. Dimungkinkan kolam ini untuk mandi.

3. Cerita relief candi penataran
Yang menarik dari candi penataran adalah batui yang berangka tahun 1375 masehi karena dindingnya penuh dengan relief dulu batar ini beratap dari bahan ijuk sehingga atapnya suadah tidakl ada, sedangkan umpakuntuk tiang masih ada.pada batar itu ada sebuah tangga yang berada dibarat.
Relief-reliefnya:
o Bubuksah didalamnya termasuk jenis kurtur dan bersifat cerita.bubuksah menceritakan dua orang petapa yang bernama bubuksah dan gagang aking (batang kering).Pada sustu cerita ketika dicoba untuk melawan macan putih yang merupakan seorang dewa.
o Sang Satyawan cerita ini juga temasuk jenis tutur, cerita ini mengenai seorang putrid raj yang menikah denga setiawan seorang wydhyadara namun putri tersebut malah menjadi satu dengan sag hyang widhi yang akhirnya sang satyawan menjadi sendiri.
o Relief Ramayana
Relief ini mempunyai langgam wayang teruatma wayang kulit,ceriata Ramayana mulai dengan hanuman dan adega ketika hanuman menyaksikan penolakan rahwana oleh sinta dei alengka kemudian perkelahian hanuman dengan penduduk kraton Rahwana, pembuatan bendungan oleh tentara kera dan akhirnya peperangan antara rahwana dimulai. Relief Ramayana dianggap sebagai langgam yang lebih modern.
 Relief khrishnaya
Relief ini lebih mirip lukisan karena tidak dibubuhi ikal, relief ini bedasarkan pada kekawin/tutur, selain relief ini masih ada yang lebih penting yaitu empat buah patung yang memiliki angka tahun 1269 saka / 1347 masehi, patung raksasa ini mempunyai dua tangan yang memegang gada.

Historiografi Islam (mata kuliah sejarah Historiografi sejarah 1 or 2)

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Agama Islam adalah agama yang universal mengenai nilai dalam kehidupan yang meliputi duniawi dan akhirat. Terlebih Islam adalah agama ilmu dan agama akal yang mendorong umat manusia untuk menuntut ilmu pengetahuan agar dapat membedakanmana yang benar dan mana yang salah, serta menyelami hakekat alam dan menganalisa segala pengalaman dalam perjalanan hidup. Islam disamping menekankan kepada umatnya untuk belajar juga dituntut untuk mengajarkan ilmunya kepada orang lain, jadi dengan kata lain Islam mewajibkan umatnya untuk belajar dan mengajar.
Saat Islam lahir dan bangkit, terdapat empat peradaban yang eksis saat itu, yaitu Byzantium di Eropa Timur dengan agama Cristio-Hellenistic, Persia di lembah Mesopotamia yang menganut Zoroaster (Majusi), India di Asia Tengah dengan Hiduisme-nya dan negeri Tiongkok di Asia Timur dengan filsafat Confusius. Gesekan-gesekan intelektual ini merupakan salah satu pemantik berkembangnya peradaban Islam di kemudian hari.
Dengan Maju pesatnya Islam tidak lepas dari cara perkembangannya yaitu perkawinan, dakwa, pengajian. Dan dalam lintasan waktu, Islam sebagai sebuah entitas religius dalam komunitas insani telah meninggalkan warisan panjang berupa historiografi. Secara umum, terdapat masalah yang dihadapi oleh historiografi masa awal Islam dan hingga kini belum tuntas. Antara legenda-legenda dan tradisi-tradisi populer Arab masa pra-Islam dengan sejarah yang relatif ilmiah dan eksak yang muncul pada abad kedua hijriyah, masih terbentang satu jurang yang belum dapat dijelaskan.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah yang berkaitan dengan Historiografi Islam yaitu:
1. Bagaimana bentuk-bentuk dasar penulisan sejarah Islam?
2. Bagaimana pengaruh penulisan sejarah Islam?
3. Bagaimana tujuan dan perkembangan historiografi Islam?





PEMBAHASAN

1. Bentuk-bentuk dasar penulisan sejarah Islam
Bentuk dasar berposisi sebagai karakter awal penulisan sejarah dalam tradisi Islam. Bentuk-bentuk ini merupakan kerangka penulisan sejarah yang berisi kisah-kisah, syair-syair dan bait puisi. Pendapat umum para peneliti historiografi tentang beberapa genre awal penulisan sejarah di kalangan Islam dan Arab, adalah meliputi
A. Khabar
Khabar biasa diartikan sebagai ‘laporan’, ‘kejadian’ atau ‘cerita’. Biasanya lebih banyak berisi tentang cerita-cerita peperangan dan kepahlawanan. Karakteristik khabar ditekankan dengan garis sanad yang mendahului tiap-tiap khabar, dan hal itu akan dihilangkan bila menginginkan keringkasan khabar itu atau sekedar menyingkirkan munculnya kecermatan pengetahuan. Khabar Merupakan bentuk historiografi yang paling tua yang langsung berhubungan dengan cerita perang dengan uraian yang baik dan sempurna ditulis dalam beberapa halaman. Sejarawan yang menggunakan bentuk Khabar misalnya Ali ibn Muhammad al-Madaini. Khabar mempunyai ciri khas sebagai berikut: tidak mempunyai hubungan sebab akibat di antara dua atau lebih peristiwa-peristiwa.
Dalam khazanah historiografi, dapat disimpulkan tiga ciri khabar.
• Dalam khabar tidak terdapat hubungan sebab akibat antara dua atau lebih peristiwa. Tiap-tiap khabar sudah melengkapi dirinya sendiri dan tidak membutuhkan referensi pendukung.
• sesuai dengan ciri khasnya yang berakar jauh sebelum Islam, cerita-cerita perang dalam bentuk khabar tetap mempergunakan cerita pendek, memilih situasi dan peristiwa yang disenangi dan kadang menyalahi kejadian yang sebenarnya. Peristiwa selalu disajikan dalam bentuk dialog antar pelaku sehingga memudahkan ahli sejarah dalam melakukan pembacaan dan analisa.
• bentuk khabar cukup bervariasi, sebagai cerita pertempuran yang terus-menerus dan sebagai suatu ekspresi yang artistik, khabar juga disajikan dalam bentuk puisi serta syair-syair. Banyak sedikitnya syair tergantung kemauan dan ekspresi psikologis penulis.
Ada Terdapat pertanyaan yang agak mengganjal tentang kapan karya pertama berbentuk khabar ada dalam penulisan sejarah yang dilakukan oleh orang Islam. Literatur Islam permulaan tidak menyediakan jawaban, sementara sumber-sumber bibliografi dan kutipan penulis kontemporer juga tidak membantu. Dengan demikian terjadi jurang pemisah antara literatur Arab yang asli dengan organisasi penerbit buku-buku Islam.
Bentuk khabar di dalam berbagai ragamnya terdapat pula dalam sejarah Muslim, walaupun mereka membatasi kepada catatan peristiwa-peristiwa saja atau menulis nama-nama tanpa ada penjelasan lanjut. Sebagaimana bentuk-bentuk dasar lainnya, jarang sekali muncul apa yang disebut bentuk murni. Biasanya selalu dikombinasikan dengan unsur-unsur lain dalam penulisan sejarah. Sehingga, sebagai misal, dalam menyajikan biografi Nabi Muhammad sudah dilengkapi dengan nasab (silsilah) dan informasi lain seperti daftar nama sahabat yang berjasa dan dikenang dalam perjuangannya.
Ilmuwan sejarah yang menulis dalam bentuk khabar ini diantaranya adalah: Abu Mihnaf Luth Ibn Yahya (w. 774 M) dan al-Haitsam Ibn ‘Adi (w. 821 M) yang karyanya berupa kumpulan monograf dalam bentuk khabar dan nasab. Juga terdapat nama ‘Ali Ibn Muhammad al-Madaini (w. 831 M) yang salah satu karyanya berjudul Al-Murdifat min Quraisy (Wanita Quraisy yang Poliandri). Selanjutnya, pada tahun-tahun kehidupan penulis itu pula historiografi dalam bentuk khabar sebagai bentuk yang berdiri sendiri dalam sejarah mulai berakhir, bentuk selanjutnya mengarah pada kronologi.
B. Analitik
Analitik berasal dari kata dasar anno (tahun). Historiografi dalam bentuk analitik merupakan bentuk khusus penulisan sejarah dengan menggunakan kronologis, yaitu pencantuman kejadian tiap tahun. Biasanya dimulai dengan kalimat “dalam tahun pertama” atau “ketika masuk tahun kesembilan”. Penyajian dalam bentuk ini sepenuhnya berkembang pada masa al-Thabari (wafat 310 H). Karya sejarah permulaan terbit pada dasawarsa pertama abad ke-10 M dan diteruskan sampai tahun 915 M. Al-Thabari bernama lengkap Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir ibn Yazid al-Thabari al-‘Amuli, adalah seorang penulis sejarah yang terkemuka. Namun pada masanya beliau lebih dikenal sebagai ahli fiqih, bahkan Ibn Nadhim menyejajarkannya dengan imam Malik dan Syafi’i. Dalam perjalanan hidupnya, banyak kitab yang telah dikarang, seperti Tarikh al-Umam wa al-Muluk, Adab al-Manasik, Adab al-Nufus dan Tahdzib Atsar. Yang masih diperdebatkan adalah tentang afiliasi politik al-Thabari terhadap Syi’ah Rafidhah.
Namun, sebelum al-Thabari juga telah berkembang penulisan dalam bentuk analitik, misalnya: (1) Sejarah Khalifah Ibn Hayyat yang ditulis sampai tahun 847 M sebagai bentuk analitik yang memulai uraiannya mengenai arti tarikh dan uraian singkat mengenai sirah nabawiyah, (2) Kitab sejarah dari Ya’qub ibn Sufyan (wafat 891 M) yang ditulis berdasar urutan tahun dengan beberapa kutipan. (3) Sejarah dari Ibn Abi Haitsamah (wafat 893 M).
Mu’in Umar menjelaskan, secara teori penulis-penulis muslim lebih dahulu berkenalan dengan penggunaan data sejarah dan sejak diperkenalkan tahun Hijriyah, mereka sampai pada kesimpulan bahwa bentuk analitik merupakan cara yang sangat menyenangkan dalam penyajian sejarah. Karena kepraktisan dan muatan isi penulisan yang lebih padat. Mungkin itu yang dijadikan alasan.
Contoh bentuk analitik ini, di antaranya ditunjukkan oleh Ibn Hajar yang berjudul al-Durar al-Kaminah fi A’yan al-Miati al-Saminah yang menyajikan biografi tokoh-tokoh terkemuka, termasuk guru-gurunya yang disusun menurut hijaiyah yang terdiri dari dua bagian, pertama disajikan menurut riwayah dan kedua dengan cara dirayah, sesuai tahun mereka meninggal.
Penulisan bentuk analitik, awalnya menggunakan klasifikasi tahun, sementara penyebutan bulan sangat sedikit. Terjadi pengecilan scope lintasan waktu, pada abad 14 dan 15 pasca Kristus, pengecilan itu mencapai hitungan bulan dan hari. Sedangkan kristalisasi historiografi seratustahunan (seabad) berlaku sampai akhir abad ke-13 masehi. Untuk pertama kali, perkataan “qarn” (abad) muncul dalam judul yang berhubungan dengan abad itu, misalnya karya Ibn al-Fuwaithi dan Lisanuddin ibn al-Khatib.
C. Catatan dinasti
Tidak ada penulisan sejarah di masa lalu yang dapat lepas dari intervensi penguasa. Hampir seluruh catatan sejarah adalah cerita tentang kekuasaan, kemenangan perang dan kepahlawanan sang pendiri dinasti serta anak cucunya. Bahkan banyak terdapat biografi-biografi khusus yang menulis tentang raja-raja itu. Misalnya karya al-Qudla’i yang berjudul ‘Uyun al-Ma’arif. Maka tidak heran jika muncul adagium bahwa sesungguhnya sejarah adalah milik penguasa. Rakyat kecil maupun bawahan hanya menjadi footnote (catatan kaki) yang kadang malah tidak tertulis sama sekali. Namun, bagaimanapun, biografi dinasti dan penguasanya merupakan sebuah bentuk dasar historiografi Islam. Perkataan “daulah” yang berarti peredaran dan pergiliran sebetulnya menjadi dasar kultural linguistik bagi penulisan model historiografi dinasti ini. Teori penggantian penguasa seperti pada masa al-Kindi, mengisyaratkan hal itu. Selain juga terdapat pengaruh yang besar dari budaya intelektual Persia dan Syiah.
Model penulisannya adalah menurut pergantian kekuasaan khalifah secara berurutan. Misalnya seperti Sinan ibn Tsabit yang terlebih dahulu menguraikan khalifah al-Mu’tadlid yang semasa dengannya baru kemudian menguraikan khalifah sebelumnya. Contoh biografi raja yang komprehensif adalah karya al-Haitsan ibn ‘Adi dan al-Madaini yang berjudul Biografi Mu’awiyah dan Bani Umayyah pada pertengahan abad kedua hijriyah (lk. 767 M) .
Susunan dinasti dalam sejarah Islam sama halnya dengan penyajian sejarah pra Islam yang ditulis oleh penulis-penulis muslim dalam bentuk bangsa-bangsa dan dinasti-dinasti. Uraian mengenai sejarah pra Islam pada umumnya mendapat kesulitan, karena orang Islam tidak pernah menemukan sistem penentuan waktu untuk periode pra Islam, seperti waktu Sebelum Masehi (SM) yang biasa dipergunakan oleh penulis-penulis Barat. Untuk penulisan sejarah dinasti pra Islam, penulis Arab mendapat kontribusi berarti dari khazanah Yunani, Byzantium dan Persia. Terdapat juga sedikit tambahan dari India dan Cina, namun penerjemahan itu kurang begitu lancar sebab jiwa nasionalisme yang kuat dari sejarawan kala itu macam al-Dinawari dan Miskawayh.
D. Thabaqat
Thabaqat berarti lapisan. Transisi masyarakat dari satu lapisan atau kelas dalam penggantian kronologis generasi mudah dilakukan. Sebagaimana qarn yang mendahului arti thabaqat, yang dalam penggunaannya berarti generasi. Ahli-ahli leksikografi mencoba menetapkan ukuran panjang yang pasti dari thabaqat. Sebagian mereka menentukan suatu lapisan generasi itu 20 tahun sedang lainnya 40 tahun. Ada juga yang berpendapat thabaqat itu 10 tahun. Menurut penulis, thabaqat lebih mirip klasifikasi penulisan sejarah berdasarkan pada “batasan waktu” hidupnya. Dalam sepuluh tahun pertama, misalnya, terdapat tokoh-tokoh dengan kesamaan orientasi dan budaya intelektual. Maka jadilah klasifikasi sedemikian rupa yang selanjutnya ini menjadi metode tersendiri.
Dalam tradisi Islam sendiri, thabaqat merupakan sesuatu yang amat lazim. Terutama jika merujuk pada sejarah Muhammad; dalam lingkaran dan lintasan waktu perkembangan agama Islam, terdapat lapisan shahabat, tab’in, tabi’ al-tabi’in dan seterusnya. Hal ini berhubungan dengan kritik isnad dalam ‘ulum al-hadits. Pada mulanya, sebagai contoh dalam karya ibn Sa’ad, penyusunan thabaqat dipergunakan sebagai biografi para penguasa yang penting dalam pemindahan hadits. Dalam sejarah lokal, semacam karya Washal Sejarah Wasith di dalamnya hanya dibatasi para perawi hadits. Kemudian dapat dipergunakan untuk kelas-kelas kelompok pribadi terutama yang tergolong ulama. Selanjutnya juga digunakan untuk klasifikasi kejadian-kejadian sebagaimana yang terdapat dalam kitab al-Dzahabi yang berjudul Tarikh al-Islam wa Thabaqati Masyahir al-‘Alam.
Yang penting dalam karya thabaqat ini ialah untuk memperoleh suatu gambaran yang nyata tentang apa yang sebenarnya harus dicari dan diteliti. Dalam karya Abu Ishaq yang berjudul Thabaqat al-Fuqaha’ seseorang menginginkan sebanyak mungkin informasi, sehingga memungkinkan mereka untuk mendapatkan biografi tokoh dalam suatu wilayah dan lokasi.
Cara alfabetis penyusunan biografi ini banyak memberikan kemudahan bagi generasi selanjutnya. Dalam kitab al-Dibaj yang disusun oleh Ibn Farhun (abad 14 M), ulama-ulama Malikiyah diuraikan sesuai nama mereka, dan ini dibagi lagi ke dalam thabaqat kemudian thabaqat disusun menurut geografis.
E. Nasab.
Nasab adalah catatan silsilah keluarga. Bagi orang Arab, menjaga jalur keturunan, terutama bagi yang mempunyai nenek moyang tokoh terhormat menyebabkan mereka harus menuliskannya. Keuntungan posisi dan status sosial ekonomi kadang membuat orang menyalahgunakan nasab ini. Nasab, kemudian menjadi bentuk dasar bagi historiografi Islam.
Selama abad kedelapan dan sembilan masehi, para ahli filsafat sejarah kuno, pada saat yang bersamaan juga merupakan ahli dalam bidang garis keturunan. Karya-karya mereka merupakan bentuk khabar yang berisi kumpulan berbagai kelompok kabilah (suku). Salah satu monograf yang berkenaan dengan garis keturunan yang mula-mula sekali adalah Kitab Hadzfu min Nasab Quraisy mengenai keluarga kecil suku Quraisy tanpa nabi Muhammad yang disusun oleh Mu’arrij ibn ‘Amr al-Sadusi. Selain itu terdapat nama al-Zubair ibn Abu Bakkar (w. 870 M) yang menulis kitab berjudul Nasab Quraisy, walaupun kitab ini lebih banyak membahas budi pekerti orang Quraisy daripada pohon keluarganya. Sebuah kitab dari al-Baladzuri berupa biografi tokoh berjudul Kitab al-Ansab didominasi biografi khalifah. Bentuknya adalah khabar dan historiografi dinasti.
Bentuk penulisan nasab ini ada dua. Penulis bermadzhab Syi’ah, Tajuddin ibn Muhammad dalam pengantarnya untuk kitab Ghayat al-Ikhtishar fi Akhbari al-Buyutati al-‘Alawiyah, memasukkan dua macam penyajian untuk informasi garis keturunan, yaitu bentuk pohon dan bentuk datar/lajur (mabsuth).
Sebenarnya, orang-orang Arab sejak masa lalu telah terbiasa membuat jalur keturunannya sendiri, dan ini merupakan cabang ilmu pengetahuan yang khusus dan seringkali dihubungkan dengan syair. Kebanggaan keluarga, sangat tergantung pada apa yang telah dilakukan nenek moyangnya dalam peristiwa ayyam al-A’rab (perang antara kabilah Arab) maupun peristiwa lain dan itu disusun dalam bentuk syair.
Seorang sejarawan muslim India, Nizar Ahmed Faruqi dalam disertasinya berjudul Early Muslim Historiography (1979) menyatakan bahwa nasab merupakan satu-satunya sumber bagi penyusunan historiografi Islam, dengan mengambil dasar dari al-Quran surat al-Hujurât [49] ayat 13.

2. Pengaruh Penulisan sejarah Islam
Dalam penulisan sejarah Islam ada beberapa pengaruh dari luar seperti
• Pengaruh dari Luar Arab
Gesekan budaya antara Islam yang baru lahir dan berkembang dengan bangsa oukimene (berperadaban) yang lain menyebabkan historiografi Islam sedikit banyak mengambil corak dari filsafat dan budaya intelektual yang diterjemahkan maupun dikutip oleh penulis-penulis sejarah muslim. Pada masa kekhalifahan al-Makmun, ketika penerjemahan naskah Yunani dengan materi filsafat dan sejarah digalakkan melalui institusi Dar al-Hikmah itu, perkembangan penulisan sejarah juga makin marak.
• Pengaruh Yunani
Dalam bentuk analitik, historiografi Yunani memberikan pengaruh besar. Kronik Yunani pada periode itu ketika Islam datang menyajikan bentuk historiografi analitik secara jelas melalui penulis muslim kontemporer. Ketika itu Ioannes Malalas, menggunakan struktur analitik sehubungan kekuasaan kaisar-kaisar. Terdapat juga data-data tentang sarjana-sarjana, filosof dan pemimpin gereja walaupun pada saat yang sama mereka juga politikus.
Yang menarik justru pernyataan Muin Umar, bahwa tidak pernah ada naskah klasik historiografi Yunani yang pernah sampai ke dunia Arab. Alasan yang dikemukakan adalah kecurigaan dari para ulama terhadap literatur sejarah lebih dari literatur pengetahuan lainnya. Selain juga kurikulum Yunani-Persia sangat jarang dimasukkan dalam pendidikan tinggi Islam.
Model Yunani ini, masuk dalam lingkar intelektual Islam melalui Syiria, dimana mayoritas beragama Kristen yang sering melakukan kontak dengan masyarakat luar seperti Yunani dan Byzantium. Dari segi jumlah, kurang tepat bila disebutkan bahwa historiografi analitik Islam pada mulanya berasal dari model Syiria dan Yunani. Hal ini lebih karena masuknya orang-orang Kristen ke dalam Islam. Terdapat sebuah naskah sejarah Yunani, Akhbar al-Yunaniyiin, yang bentuk, isi dan penulisannya tidak begitu jelas. Menurut riwayat diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Habib ibn Bahrez dari Mosul Irak, yang hidup di masa al-Makmun dan penerjemahannya dilakukan oleh Hamzah al-Isfahani dan Qadli Waqi’ (wafat 918 M).
• Pengaruh Byzantium
Dalam konteks persentuhan dengan Byzantium, lebih banyak berasal dari penganut agama Kristen yang berbangsa Arab sehingga interaksi dengan kaum muslimin cukup sering dan terjadi transfer pengetahuan terhadap mereka. Peradaban Byzantium yang Kristen itu cukup memperhatikan penulisan sejarah, dan mereka cukup respek jika literatur historiografi menempati posisi yang besar dalam literatur Byzantium. Perlu disebutkan bahwa Bibliotheca of Photius abad sepuluh masehi, sebagian besar mencurahkan uraiannya mengenai sejarah dari segala sisi.
Persentuhan dengan Byzantium melalui Syiria ini mencatatkan Kronik Edessa pada abad keenam masehi yang merupakan karya analitik. Juga oleh Jacob van Edessa pada abd ke-7 M yang mahir menuliskan tentang peristiwa alam, bencana, gempa, kekeringan, hama dan sebagainya. Walaupun dia mengalami kesulitan kronologis karena adanya perbedaan almanak dalam naskah klasik terakhir.
Informasi bagi orang Islam sekitar orang Romawi dan raja-raja Kristen kembali kepada sumber-sumber Yunani Kristen atau Syiria, demikian pula mengenai Perjanjian Lama dan Baru, juga berita tentang raja-raja Babylonia dan Asyiria juga kembali pada sumber-sumber Kristen.
• Pengaruh Persia
Sebenarnya, bukti yang tersedia tentang bentuk historiografi Persia abad tujuh masehi sangat kurang. Ketiadaan ini menyebabkan kesulitan penentuan penggunaan bentuk analitik dalam historiografinya. Banyak yang menganggap, pendapat yang menekankan pengaruh Persia pada keaslian histoiografi analitik Islam telah gugur. Namun kita masih dapat melacak adanya pengaruh yang tidak kecil dalam konsepsional penulisan sejarah Islam.
Dalam contoh ini adalah penulisan sejarah Raja-raja. Shiddiqie memberikan argumentasi dengan data masuknya tradisi intelektual Persia dalam khazanah Islam. Bahkan buku Persia berjudul Khuday-nama—yang merupakan kisah raja-raja, dan dianggap menjadi buku patokan penulisan biografi Arab—telah masuk dalam historiografi Arab satu abad sebelum Ibn Mukhaffa (w. 139 H). Pengaruh Persia ini cukup negatif. Banyak kisah dalam Khuday-nama yang memuat mitos pribadi dan spekulasi pendeta, juga legenda-legenda Avestik dan roman Iskandar bahkan cerita-cerita tradisi asli Sasanian sering disepuh dengan epik dan retorika.
3. Tujuan dan Perkembangan Historiografi Islam
Tujuan historiografi Islam adalah untuk menunjukan perkembangan konsep sejarah baik di dalam pemikiran maupun di dalam pendekatan ilmiah yang dilakukannya disertai dengan uraian mengenai pertumbuhan, perkembangan, dan kemunduran bentuk-bentuk ekspresi yang dipergunakan dalam penyajian bahan-bahan sejarah Islam.
Dalam Perkembangan peradaban Islam merupakan pencerminan besar dalam sejarah. Beberapa hal yang mendorong perkembangan pesat bagi penulisan sejarah Islam antara lain adanya konsep Islam sebagai agama yang mengandung sejarah, dan adanya kesadaran sejarah yang dipupuk oleh nabi Muhammad. Perkembangan sejarah Islam terjadi dalam 2 tahap yaitu awalnya informasi disampaikan secara lisan.
KESIMPULAN

I. Dalam bentuk penulisan historiografi Islam ada lima bentuk antara lain:
A .Khabar
Khabar biasa diartikan sebagai ‘laporan’, ‘kejadian’ atau ‘cerita’. Biasanya lebih banyak berisi tentang cerita-cerita peperangan dan kepahlawanan. Karakteristik khabar ditekankan dengan garis sanad yang mendahului tiap-tiap khabar, dan hal itu akan dihilangkan bila menginginkan keringkasan khabar itu atau sekedar menyingkirkan munculnya kecermatan pengetahuan
Dalam khazanah historiografi, dapat disimpulkan tiga ciri khabar:
• Dalam khabar tidak terdapat hubungan sebab akibat antara dua atau lebih peristiwa.
• sesuai dengan ciri khasnya yang berakar jauh sebelum Islam, cerita-cerita perang dalam bentuk khabar tetap mempergunakan cerita pendek, memilih situasi dan peristiwa yang disenangi dan kadang menyalahi kejadian yang sebenarnya.
• bentuk khabar cukup bervariasi, sebagai cerita pertempuran yang terus-menerus dan sebagai suatu ekspresi yang artistik, khabar juga disajikan dalam bentuk puisi serta syair-syair.
b. Analitik
Analitik berasal dari kata dasar anno (tahun). Historiografi dalam bentuk analitik merupakan bentuk khusus penulisan sejarah dengan menggunakan kronologis, yaitu pencantuman kejadian tiap tahun.
c. Catatan dinasti
Tidak ada penulisan sejarah di masa lalu yang dapat lepas dari intervensi penguasa. Hampir seluruh catatan sejarah adalah cerita tentang kekuasaan, kemenangan perang dan kepahlawanan sang pendiri dinasti serta anak cucunya. Bahkan banyak terdapat biografi-biografi khusus yang menulis tentang raja-raja itu. Misalnya karya al-Qudla’i yang berjudul ‘Uyun al-Ma’arif. Maka tidak heran jika muncul adagium bahwa sesungguhnya sejarah adalah milik penguasa.
d. Thabaqat
Thabaqat berarti lapisan. Transisi masyarakat dari satu lapisan atau kelas dalam penggantian kronologis generasi mudah dilakukan. Sebagaimana qarn yang mendahului arti thabaqat, yang dalam penggunaannya berarti generasi.
e. Nasab.
Nasab adalah catatan silsilah keluarga. Bagi orang Arab, menjaga jalur keturunan, terutama bagi yang mempunyai nenek moyang tokoh terhormat menyebabkan mereka harus menuliskannya. Keuntungan posisi dan status sosial ekonomi kadang membuat orang menyalahgunakan nasab ini. Nasab, kemudian menjadi bentuk dasar bagi historiografi Islam.
II. Pengaruh penulisan sejarah Islam
• Pengaruh dari Luar Arab
Gesekan budaya antara Islam yang baru lahir dan berkembang dengan bangsa oukimene (berperadaban) yang lain menyebabkan historiografi Islam sedikit banyak mengambil corak dari filsafat dan budaya intelektual yang diterjemahkan maupun dikutip oleh penulis-penulis sejarah muslim
• Pengaruh Yunani
Dalam bentuk analitik, historiografi Yunani memberikan pengaruh besar. Kronik Yunani pada periode itu ketika Islam datang menyajikan bentuk historiografi analitik secara jelas melalui penulis muslim kontemporer.
• Pengaruh Byzantium
Dalam konteks persentuhan dengan Byzantium, lebih banyak berasal dari penganut agama Kristen yang berbangsa Arab sehingga interaksi dengan kaum muslimin cukup sering dan terjadi transfer pengetahuan terhadap mereka.
• Pengaruh Persia
Sebenarnya, bukti yang tersedia tentang bentuk historiografi Persia abad tujuh masehi sangat kurang. Ketiadaan ini menyebabkan kesulitan penentuan penggunaan bentuk analitik dalam historiografinya.


Jawaban Pertayaan

1. (Rika) Bagaimanakah penyajian biografi melalui analitik?
Penyajiannya dilakukan dengan cara kronologis yaitu secara berurutan berdasarkan urutan waktu, misalnya: kejadian-kejadian tiap tahun dicantumkan, biografi melalui analitik biasannya dimulai dari kelahiran tokoh yang akan dituliskan, prestasai yang dapat dicapai tokoh tersebut dan sampai kematian tokoh dituliskan dalam biografi.
(Sumber: H.A. Mukmin Umar, Historiografi Islam, Jakarta, CV. Rajawali, 1988. hlm.33)

2. (Ika) Pengaruh dari luar manakah yang paling kuat yang mempengarui bentuk-bentuk dasar dari historiografi Islam ?
Yunani, karena kebudayaan Arab merupakan pengembangan dari kebudayaan Yunani, yaitu ketika orang-orang Yunani yang memeluk agama Katholik dan dilarang oleh pemerintah Yunani karena dianggap akan merubah kehidupan religius bangsa Yunani yang menyembah banyak Dewa, maka mereka melarikan diri ke Syria, disinilah terjadi kontak kebudayaan dengan orang Arab.
Bukti.
Pada masa kekalifahan Abbasiah orang Arab mampu merebut kota Konstantinopel yang sudah diinginkan orang Arab sejak ke khalifahan Usman bin Khatab. Kota ini sulit direbut karena mempunyai pertahanan laut yang unik berupa pemasangan rantai besi di pintu masuk jalur laut menju kota Konstantinopel sehingga kapal musuh tidak dapat mendekat. Namun armada laut Arab mempuyai srategi dalam berperang yaitu mengangkat kapal melewati tanah dengan melapisi tanah terlebih dahulu dengan belahan kayu agar kapal tidak tersangkut kedalam tanah dan akhirnya mereka sampai ke kota Konstantinopel dan memperoleh kemenangan. Dengan cara inilah pengaruh dari Yunani berupa strategi berperang dan angkatan laut yang kuat dimanfaatkn orang Arab untuk membentuk kekuasaan.

3. (Merry dan Tanti) Jelaskan persamaan dari bentuk-bentuk dasar dari historiografi Islam?
• Kesemuanya menceritakan cerita-cerita kepahlawanan dari orang-orang Arab yang berperang untuk mengislamkan suku-suku yang ditakhukannya.
• Kebayakan bentuk dasar dari historiografi Islam dituliskan dalam lembaran-lembaran kertas, kulit binatang dan daun lontar kemudian dikumpulkan untuk dijadikan sebuah buku oleh para penulis sejarah Islam.
• Kebayakan bentuk dasar dari historiografi Islam dituliskan dalam bentuk syair-ayair karena mengingat keadaan geografis di Arab yang terdiri dari padang pasir yang mempuyai suhu udara yang panas, membuat orang Arab ingin melepaskan kelelahannya dengan bersyair.
Bentuk-bentuk dasar dari historiografi Islam yang banyak diterapkan dalam sejarah yaitu analitik, karena:
• Memudahkan sistematika penulisan sejarah.
• Merupakan rangkuman dari suatu peristiwa menurut seorang sejarawan.
• Memudahkan pembaca dalam memahami suatu peristiwa sejarah.
• Merupakan penghubung dari fakta-fakta sejarah.

4. (Shinta) Bentuk-bentuk dari historiografi Islam yang ada di Indonesia?
Yaitu: hikayat, babad(babad tanah jawi) dan diwarnai oleh nuansa Islam. Shalawat Nabi atau puji-pujian, dan syair. Shalawat badar yaitu perjuangan nabi Muhamad




5. (Muriyani) Jelaskan tujuan dari khabar?
• Tujuan asal dan yang lazim adalah untuk memberitahu kepada mukhatab sesuatu yang belum ia ketahui.
• Tujuan lainnya adalah ta’tsir nafsi(memberikan kesan kejiwaan)yang meliputi: izhah(nasihat), sikhriyah(olok-olok), istihtsaats(membangkitkan semangat)dan madh(pujian).

6. (Susi) Jelaskan perbedaan pengaruh historiografi Islam yang datang dari luar Arab?
• Yunani, pengaruhnya masuk dalam historiografi Islam dari Lebanon dimana pada saat itu mayoritas penduduknya beragama Katholik yang berasal dari Yunani dan melakukan kontak kebudayaan dengan orang Arab.
• Persia, pengaruhnya berupa hukum yang berasal dari Persia dimana orang yang melakukan pembunuhan akan dipengal kepalanya oleh seorang Algojo (eksekutor) atas perintah penguasa. Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa hidup dengan damai dan meminimalisir tindak kejahatan.

7. (Hesti) Jelaskan ciri-ciri dari historiografi Islam ?
• Istana sentris: Penulisannya berdasarkan kejayaan kekhalifahan Islam, seperti pada masa Ummayah yang telah mampu meluaskan kekuasaan islam kearah Barat meliputi Afrika Utara dan Spayol bagian Selatan.
• Rajasentris: Penulisannya berdasarkan kejayaan kekhalifahan Islam, seperti pada masa Abu Bakar sebagai sahabat dan pengganti nabi Muhamad yang meneruskan pemerintahan Islam di Arab.
• Geneologi: Penulisannya berdasarkan silsilah kehidupan khalifah seperti pada masa pemerintahan Ali yang merupakan petera dari Abu Thalib dan sekaligus sebagai menantu nabi Muhamad yang memperistri siti Aisyah, sehingga dapat melanjutkan keturunan nabi Muhamad.
• Sinandi: Dalam pengislaman keberbagai wilayah dilakukan dengan cara peperangan karena pada saat itu sulit dilakukan dalam keadaan damai, sedangkan dalam historiografi Islam mereka dikisahkan sebagai penyelamat bagi orang-orang yang memuja banyak Dewa karena mereka tidak fokus dalam melakukan pemujaan.
• Religiomagis: Penulisannya berdasarkan kehidupan orang Arab yang telah memeluk agama Islam sebagai agama negara sehingga merupakan kewajiban bagi pemeluknya untuk menyebarluaskan ke berbagai penjuru dunia.
• Etnosentris: Penulisaanya berdasarkan kesukuan yang mengistimewakn suku Arab sebagai suku yang kuat yang telah mampu memanfaatkan kekosongan kekuasaan yang terjadi di Timur Tengah karena pada saat itu kerajaan Romawi sedang menagalammi kemunduran. Dan suku Arab mampu menguasai kekuasaan Romawi dengan mengembangkan kebudayaan Romawi itu sendiri.
Sumbangan historiografi Islam bagi sejarah nasional Indonesia.
Adanya historiografi Islam di Indonesia (seperti kerajaan Demak dam Mataram Islam) yang mendapat pengaruh dari pedagang-pedagang Arab yang ingin mencari rempah-rempah di nusantara, sehingga terjadi kontak budaya. Orang Arab yang berdagang ke nusantara menceritakan kehidupan keagamaan yang ada di Arab berupa agama Islam, ternyata masyarakat di nusantara sudah memilki keagamaan berupa agama Hindhu-Budha. Sedangkan pada abad ke 13 kerajaan yang bercorak Hindhu-Budha sedang mengalami kelemahan kekuasaan dan pengaruh Islam dapat masuk ke nusantara. Para pedagang inipun disertai para pemuaka agama untuk mendampingi kegiatan spiritual para pedagang, sesampainya ditujuan pemuka agama selanjutnya menyebarkan agama Islam sebagai pertanggung jawabnya menjadi seorang muslim.



8. (Alpian) Mengapa historiografi Islam mendapat pengaruh dari luar Arab?
Karena pada dasarnya wilayah di Arab ini tidak subur yang mengakibatkan kehidupan masyarakatnya hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan air sulit didapatkan di sini sehingga terjadi pertikaian antar suku-suku di Arab, dan mereka tidak sempat untuk mengebangkan kebudayaannya. Baru setelah mereka mendapat pengaruh dari luar Arab mereka dapat mengembangkannya yang berdampak lahirnya kekuasaan Arab sehingga mampu menguasai wilayah yang subur untuk kelangsungan suku Arab.
Historiografi Islam yang asli.
Berupa tulisan Arab yang menterjemahkan buku-buku asing kedalam bahasa Arab untuk memudahkan orang Arab dalam mempelajarinya, penterjemahan buku asing ini dapat berkembang dengan cepat karena khalifah akan memberika hadiah emas dengan berat yang sama atas buku yang telah diterjemahkan.
(Sumber: W. Montgomery Watt, Kejayaan Islam Kajian Kritis dar Tokoh Orientalis (terj), Yogyakarta, PT Tiara Wacana Yogya, 1990, hlm.15)










DAFTAR PUSTAKA

Umar, A. Mu’in, Historiografi Islam (Pertumbuhan dan Perkembangannya), Pidato Pengukuhan Guru Besar Fakultas Ushuludin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,
7 November 1992.
Umar, A. Mu’in,1977, Pengantar Historiografi Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1977.
Umar, A. Mu’in, Historiografi Islam (Jakarta: Rajawali Press, t.th.)
Shiddiqie, Nourouzzaman1983, Pengantar Sejarah Muslim (t.tp.: Nur Cahaya).
Al-Hikmah, 1993, Jurnal Studi-studi Islam, edisi Syawwal-Dzulhijjah 1413/ April-Juni
Danar Widiyanta. 2002. Perkembangan Historiografi Tinjauan di Berbagai Wilayah Dunia. Yogyakarta:UNY.

Historiografi Islam (mata kuliah sejarah Historiografi sejarah 1 or 2)

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Agama Islam adalah agama yang universal mengenai nilai dalam kehidupan yang meliputi duniawi dan akhirat. Terlebih Islam adalah agama ilmu dan agama akal yang mendorong umat manusia untuk menuntut ilmu pengetahuan agar dapat membedakanmana yang benar dan mana yang salah, serta menyelami hakekat alam dan menganalisa segala pengalaman dalam perjalanan hidup. Islam disamping menekankan kepada umatnya untuk belajar juga dituntut untuk mengajarkan ilmunya kepada orang lain, jadi dengan kata lain Islam mewajibkan umatnya untuk belajar dan mengajar.
Saat Islam lahir dan bangkit, terdapat empat peradaban yang eksis saat itu, yaitu Byzantium di Eropa Timur dengan agama Cristio-Hellenistic, Persia di lembah Mesopotamia yang menganut Zoroaster (Majusi), India di Asia Tengah dengan Hiduisme-nya dan negeri Tiongkok di Asia Timur dengan filsafat Confusius. Gesekan-gesekan intelektual ini merupakan salah satu pemantik berkembangnya peradaban Islam di kemudian hari.
Dengan Maju pesatnya Islam tidak lepas dari cara perkembangannya yaitu perkawinan, dakwa, pengajian. Dan dalam lintasan waktu, Islam sebagai sebuah entitas religius dalam komunitas insani telah meninggalkan warisan panjang berupa historiografi. Secara umum, terdapat masalah yang dihadapi oleh historiografi masa awal Islam dan hingga kini belum tuntas. Antara legenda-legenda dan tradisi-tradisi populer Arab masa pra-Islam dengan sejarah yang relatif ilmiah dan eksak yang muncul pada abad kedua hijriyah, masih terbentang satu jurang yang belum dapat dijelaskan.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah yang berkaitan dengan Historiografi Islam yaitu:
1. Bagaimana bentuk-bentuk dasar penulisan sejarah Islam?
2. Bagaimana pengaruh penulisan sejarah Islam?
3. Bagaimana tujuan dan perkembangan historiografi Islam?





PEMBAHASAN

1. Bentuk-bentuk dasar penulisan sejarah Islam
Bentuk dasar berposisi sebagai karakter awal penulisan sejarah dalam tradisi Islam. Bentuk-bentuk ini merupakan kerangka penulisan sejarah yang berisi kisah-kisah, syair-syair dan bait puisi. Pendapat umum para peneliti historiografi tentang beberapa genre awal penulisan sejarah di kalangan Islam dan Arab, adalah meliputi
A. Khabar
Khabar biasa diartikan sebagai ‘laporan’, ‘kejadian’ atau ‘cerita’. Biasanya lebih banyak berisi tentang cerita-cerita peperangan dan kepahlawanan. Karakteristik khabar ditekankan dengan garis sanad yang mendahului tiap-tiap khabar, dan hal itu akan dihilangkan bila menginginkan keringkasan khabar itu atau sekedar menyingkirkan munculnya kecermatan pengetahuan. Khabar Merupakan bentuk historiografi yang paling tua yang langsung berhubungan dengan cerita perang dengan uraian yang baik dan sempurna ditulis dalam beberapa halaman. Sejarawan yang menggunakan bentuk Khabar misalnya Ali ibn Muhammad al-Madaini. Khabar mempunyai ciri khas sebagai berikut: tidak mempunyai hubungan sebab akibat di antara dua atau lebih peristiwa-peristiwa.
Dalam khazanah historiografi, dapat disimpulkan tiga ciri khabar.
• Dalam khabar tidak terdapat hubungan sebab akibat antara dua atau lebih peristiwa. Tiap-tiap khabar sudah melengkapi dirinya sendiri dan tidak membutuhkan referensi pendukung.
• sesuai dengan ciri khasnya yang berakar jauh sebelum Islam, cerita-cerita perang dalam bentuk khabar tetap mempergunakan cerita pendek, memilih situasi dan peristiwa yang disenangi dan kadang menyalahi kejadian yang sebenarnya. Peristiwa selalu disajikan dalam bentuk dialog antar pelaku sehingga memudahkan ahli sejarah dalam melakukan pembacaan dan analisa.
• bentuk khabar cukup bervariasi, sebagai cerita pertempuran yang terus-menerus dan sebagai suatu ekspresi yang artistik, khabar juga disajikan dalam bentuk puisi serta syair-syair. Banyak sedikitnya syair tergantung kemauan dan ekspresi psikologis penulis.
Ada Terdapat pertanyaan yang agak mengganjal tentang kapan karya pertama berbentuk khabar ada dalam penulisan sejarah yang dilakukan oleh orang Islam. Literatur Islam permulaan tidak menyediakan jawaban, sementara sumber-sumber bibliografi dan kutipan penulis kontemporer juga tidak membantu. Dengan demikian terjadi jurang pemisah antara literatur Arab yang asli dengan organisasi penerbit buku-buku Islam.
Bentuk khabar di dalam berbagai ragamnya terdapat pula dalam sejarah Muslim, walaupun mereka membatasi kepada catatan peristiwa-peristiwa saja atau menulis nama-nama tanpa ada penjelasan lanjut. Sebagaimana bentuk-bentuk dasar lainnya, jarang sekali muncul apa yang disebut bentuk murni. Biasanya selalu dikombinasikan dengan unsur-unsur lain dalam penulisan sejarah. Sehingga, sebagai misal, dalam menyajikan biografi Nabi Muhammad sudah dilengkapi dengan nasab (silsilah) dan informasi lain seperti daftar nama sahabat yang berjasa dan dikenang dalam perjuangannya.
Ilmuwan sejarah yang menulis dalam bentuk khabar ini diantaranya adalah: Abu Mihnaf Luth Ibn Yahya (w. 774 M) dan al-Haitsam Ibn ‘Adi (w. 821 M) yang karyanya berupa kumpulan monograf dalam bentuk khabar dan nasab. Juga terdapat nama ‘Ali Ibn Muhammad al-Madaini (w. 831 M) yang salah satu karyanya berjudul Al-Murdifat min Quraisy (Wanita Quraisy yang Poliandri). Selanjutnya, pada tahun-tahun kehidupan penulis itu pula historiografi dalam bentuk khabar sebagai bentuk yang berdiri sendiri dalam sejarah mulai berakhir, bentuk selanjutnya mengarah pada kronologi.
B. Analitik
Analitik berasal dari kata dasar anno (tahun). Historiografi dalam bentuk analitik merupakan bentuk khusus penulisan sejarah dengan menggunakan kronologis, yaitu pencantuman kejadian tiap tahun. Biasanya dimulai dengan kalimat “dalam tahun pertama” atau “ketika masuk tahun kesembilan”. Penyajian dalam bentuk ini sepenuhnya berkembang pada masa al-Thabari (wafat 310 H). Karya sejarah permulaan terbit pada dasawarsa pertama abad ke-10 M dan diteruskan sampai tahun 915 M. Al-Thabari bernama lengkap Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir ibn Yazid al-Thabari al-‘Amuli, adalah seorang penulis sejarah yang terkemuka. Namun pada masanya beliau lebih dikenal sebagai ahli fiqih, bahkan Ibn Nadhim menyejajarkannya dengan imam Malik dan Syafi’i. Dalam perjalanan hidupnya, banyak kitab yang telah dikarang, seperti Tarikh al-Umam wa al-Muluk, Adab al-Manasik, Adab al-Nufus dan Tahdzib Atsar. Yang masih diperdebatkan adalah tentang afiliasi politik al-Thabari terhadap Syi’ah Rafidhah.
Namun, sebelum al-Thabari juga telah berkembang penulisan dalam bentuk analitik, misalnya: (1) Sejarah Khalifah Ibn Hayyat yang ditulis sampai tahun 847 M sebagai bentuk analitik yang memulai uraiannya mengenai arti tarikh dan uraian singkat mengenai sirah nabawiyah, (2) Kitab sejarah dari Ya’qub ibn Sufyan (wafat 891 M) yang ditulis berdasar urutan tahun dengan beberapa kutipan. (3) Sejarah dari Ibn Abi Haitsamah (wafat 893 M).
Mu’in Umar menjelaskan, secara teori penulis-penulis muslim lebih dahulu berkenalan dengan penggunaan data sejarah dan sejak diperkenalkan tahun Hijriyah, mereka sampai pada kesimpulan bahwa bentuk analitik merupakan cara yang sangat menyenangkan dalam penyajian sejarah. Karena kepraktisan dan muatan isi penulisan yang lebih padat. Mungkin itu yang dijadikan alasan.
Contoh bentuk analitik ini, di antaranya ditunjukkan oleh Ibn Hajar yang berjudul al-Durar al-Kaminah fi A’yan al-Miati al-Saminah yang menyajikan biografi tokoh-tokoh terkemuka, termasuk guru-gurunya yang disusun menurut hijaiyah yang terdiri dari dua bagian, pertama disajikan menurut riwayah dan kedua dengan cara dirayah, sesuai tahun mereka meninggal.
Penulisan bentuk analitik, awalnya menggunakan klasifikasi tahun, sementara penyebutan bulan sangat sedikit. Terjadi pengecilan scope lintasan waktu, pada abad 14 dan 15 pasca Kristus, pengecilan itu mencapai hitungan bulan dan hari. Sedangkan kristalisasi historiografi seratustahunan (seabad) berlaku sampai akhir abad ke-13 masehi. Untuk pertama kali, perkataan “qarn” (abad) muncul dalam judul yang berhubungan dengan abad itu, misalnya karya Ibn al-Fuwaithi dan Lisanuddin ibn al-Khatib.
C. Catatan dinasti
Tidak ada penulisan sejarah di masa lalu yang dapat lepas dari intervensi penguasa. Hampir seluruh catatan sejarah adalah cerita tentang kekuasaan, kemenangan perang dan kepahlawanan sang pendiri dinasti serta anak cucunya. Bahkan banyak terdapat biografi-biografi khusus yang menulis tentang raja-raja itu. Misalnya karya al-Qudla’i yang berjudul ‘Uyun al-Ma’arif. Maka tidak heran jika muncul adagium bahwa sesungguhnya sejarah adalah milik penguasa. Rakyat kecil maupun bawahan hanya menjadi footnote (catatan kaki) yang kadang malah tidak tertulis sama sekali. Namun, bagaimanapun, biografi dinasti dan penguasanya merupakan sebuah bentuk dasar historiografi Islam. Perkataan “daulah” yang berarti peredaran dan pergiliran sebetulnya menjadi dasar kultural linguistik bagi penulisan model historiografi dinasti ini. Teori penggantian penguasa seperti pada masa al-Kindi, mengisyaratkan hal itu. Selain juga terdapat pengaruh yang besar dari budaya intelektual Persia dan Syiah.
Model penulisannya adalah menurut pergantian kekuasaan khalifah secara berurutan. Misalnya seperti Sinan ibn Tsabit yang terlebih dahulu menguraikan khalifah al-Mu’tadlid yang semasa dengannya baru kemudian menguraikan khalifah sebelumnya. Contoh biografi raja yang komprehensif adalah karya al-Haitsan ibn ‘Adi dan al-Madaini yang berjudul Biografi Mu’awiyah dan Bani Umayyah pada pertengahan abad kedua hijriyah (lk. 767 M) .
Susunan dinasti dalam sejarah Islam sama halnya dengan penyajian sejarah pra Islam yang ditulis oleh penulis-penulis muslim dalam bentuk bangsa-bangsa dan dinasti-dinasti. Uraian mengenai sejarah pra Islam pada umumnya mendapat kesulitan, karena orang Islam tidak pernah menemukan sistem penentuan waktu untuk periode pra Islam, seperti waktu Sebelum Masehi (SM) yang biasa dipergunakan oleh penulis-penulis Barat. Untuk penulisan sejarah dinasti pra Islam, penulis Arab mendapat kontribusi berarti dari khazanah Yunani, Byzantium dan Persia. Terdapat juga sedikit tambahan dari India dan Cina, namun penerjemahan itu kurang begitu lancar sebab jiwa nasionalisme yang kuat dari sejarawan kala itu macam al-Dinawari dan Miskawayh.
D. Thabaqat
Thabaqat berarti lapisan. Transisi masyarakat dari satu lapisan atau kelas dalam penggantian kronologis generasi mudah dilakukan. Sebagaimana qarn yang mendahului arti thabaqat, yang dalam penggunaannya berarti generasi. Ahli-ahli leksikografi mencoba menetapkan ukuran panjang yang pasti dari thabaqat. Sebagian mereka menentukan suatu lapisan generasi itu 20 tahun sedang lainnya 40 tahun. Ada juga yang berpendapat thabaqat itu 10 tahun. Menurut penulis, thabaqat lebih mirip klasifikasi penulisan sejarah berdasarkan pada “batasan waktu” hidupnya. Dalam sepuluh tahun pertama, misalnya, terdapat tokoh-tokoh dengan kesamaan orientasi dan budaya intelektual. Maka jadilah klasifikasi sedemikian rupa yang selanjutnya ini menjadi metode tersendiri.
Dalam tradisi Islam sendiri, thabaqat merupakan sesuatu yang amat lazim. Terutama jika merujuk pada sejarah Muhammad; dalam lingkaran dan lintasan waktu perkembangan agama Islam, terdapat lapisan shahabat, tab’in, tabi’ al-tabi’in dan seterusnya. Hal ini berhubungan dengan kritik isnad dalam ‘ulum al-hadits. Pada mulanya, sebagai contoh dalam karya ibn Sa’ad, penyusunan thabaqat dipergunakan sebagai biografi para penguasa yang penting dalam pemindahan hadits. Dalam sejarah lokal, semacam karya Washal Sejarah Wasith di dalamnya hanya dibatasi para perawi hadits. Kemudian dapat dipergunakan untuk kelas-kelas kelompok pribadi terutama yang tergolong ulama. Selanjutnya juga digunakan untuk klasifikasi kejadian-kejadian sebagaimana yang terdapat dalam kitab al-Dzahabi yang berjudul Tarikh al-Islam wa Thabaqati Masyahir al-‘Alam.
Yang penting dalam karya thabaqat ini ialah untuk memperoleh suatu gambaran yang nyata tentang apa yang sebenarnya harus dicari dan diteliti. Dalam karya Abu Ishaq yang berjudul Thabaqat al-Fuqaha’ seseorang menginginkan sebanyak mungkin informasi, sehingga memungkinkan mereka untuk mendapatkan biografi tokoh dalam suatu wilayah dan lokasi.
Cara alfabetis penyusunan biografi ini banyak memberikan kemudahan bagi generasi selanjutnya. Dalam kitab al-Dibaj yang disusun oleh Ibn Farhun (abad 14 M), ulama-ulama Malikiyah diuraikan sesuai nama mereka, dan ini dibagi lagi ke dalam thabaqat kemudian thabaqat disusun menurut geografis.
E. Nasab.
Nasab adalah catatan silsilah keluarga. Bagi orang Arab, menjaga jalur keturunan, terutama bagi yang mempunyai nenek moyang tokoh terhormat menyebabkan mereka harus menuliskannya. Keuntungan posisi dan status sosial ekonomi kadang membuat orang menyalahgunakan nasab ini. Nasab, kemudian menjadi bentuk dasar bagi historiografi Islam.
Selama abad kedelapan dan sembilan masehi, para ahli filsafat sejarah kuno, pada saat yang bersamaan juga merupakan ahli dalam bidang garis keturunan. Karya-karya mereka merupakan bentuk khabar yang berisi kumpulan berbagai kelompok kabilah (suku). Salah satu monograf yang berkenaan dengan garis keturunan yang mula-mula sekali adalah Kitab Hadzfu min Nasab Quraisy mengenai keluarga kecil suku Quraisy tanpa nabi Muhammad yang disusun oleh Mu’arrij ibn ‘Amr al-Sadusi. Selain itu terdapat nama al-Zubair ibn Abu Bakkar (w. 870 M) yang menulis kitab berjudul Nasab Quraisy, walaupun kitab ini lebih banyak membahas budi pekerti orang Quraisy daripada pohon keluarganya. Sebuah kitab dari al-Baladzuri berupa biografi tokoh berjudul Kitab al-Ansab didominasi biografi khalifah. Bentuknya adalah khabar dan historiografi dinasti.
Bentuk penulisan nasab ini ada dua. Penulis bermadzhab Syi’ah, Tajuddin ibn Muhammad dalam pengantarnya untuk kitab Ghayat al-Ikhtishar fi Akhbari al-Buyutati al-‘Alawiyah, memasukkan dua macam penyajian untuk informasi garis keturunan, yaitu bentuk pohon dan bentuk datar/lajur (mabsuth).
Sebenarnya, orang-orang Arab sejak masa lalu telah terbiasa membuat jalur keturunannya sendiri, dan ini merupakan cabang ilmu pengetahuan yang khusus dan seringkali dihubungkan dengan syair. Kebanggaan keluarga, sangat tergantung pada apa yang telah dilakukan nenek moyangnya dalam peristiwa ayyam al-A’rab (perang antara kabilah Arab) maupun peristiwa lain dan itu disusun dalam bentuk syair.
Seorang sejarawan muslim India, Nizar Ahmed Faruqi dalam disertasinya berjudul Early Muslim Historiography (1979) menyatakan bahwa nasab merupakan satu-satunya sumber bagi penyusunan historiografi Islam, dengan mengambil dasar dari al-Quran surat al-Hujurât [49] ayat 13.

2. Pengaruh Penulisan sejarah Islam
Dalam penulisan sejarah Islam ada beberapa pengaruh dari luar seperti
• Pengaruh dari Luar Arab
Gesekan budaya antara Islam yang baru lahir dan berkembang dengan bangsa oukimene (berperadaban) yang lain menyebabkan historiografi Islam sedikit banyak mengambil corak dari filsafat dan budaya intelektual yang diterjemahkan maupun dikutip oleh penulis-penulis sejarah muslim. Pada masa kekhalifahan al-Makmun, ketika penerjemahan naskah Yunani dengan materi filsafat dan sejarah digalakkan melalui institusi Dar al-Hikmah itu, perkembangan penulisan sejarah juga makin marak.
• Pengaruh Yunani
Dalam bentuk analitik, historiografi Yunani memberikan pengaruh besar. Kronik Yunani pada periode itu ketika Islam datang menyajikan bentuk historiografi analitik secara jelas melalui penulis muslim kontemporer. Ketika itu Ioannes Malalas, menggunakan struktur analitik sehubungan kekuasaan kaisar-kaisar. Terdapat juga data-data tentang sarjana-sarjana, filosof dan pemimpin gereja walaupun pada saat yang sama mereka juga politikus.
Yang menarik justru pernyataan Muin Umar, bahwa tidak pernah ada naskah klasik historiografi Yunani yang pernah sampai ke dunia Arab. Alasan yang dikemukakan adalah kecurigaan dari para ulama terhadap literatur sejarah lebih dari literatur pengetahuan lainnya. Selain juga kurikulum Yunani-Persia sangat jarang dimasukkan dalam pendidikan tinggi Islam.
Model Yunani ini, masuk dalam lingkar intelektual Islam melalui Syiria, dimana mayoritas beragama Kristen yang sering melakukan kontak dengan masyarakat luar seperti Yunani dan Byzantium. Dari segi jumlah, kurang tepat bila disebutkan bahwa historiografi analitik Islam pada mulanya berasal dari model Syiria dan Yunani. Hal ini lebih karena masuknya orang-orang Kristen ke dalam Islam. Terdapat sebuah naskah sejarah Yunani, Akhbar al-Yunaniyiin, yang bentuk, isi dan penulisannya tidak begitu jelas. Menurut riwayat diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Habib ibn Bahrez dari Mosul Irak, yang hidup di masa al-Makmun dan penerjemahannya dilakukan oleh Hamzah al-Isfahani dan Qadli Waqi’ (wafat 918 M).
• Pengaruh Byzantium
Dalam konteks persentuhan dengan Byzantium, lebih banyak berasal dari penganut agama Kristen yang berbangsa Arab sehingga interaksi dengan kaum muslimin cukup sering dan terjadi transfer pengetahuan terhadap mereka. Peradaban Byzantium yang Kristen itu cukup memperhatikan penulisan sejarah, dan mereka cukup respek jika literatur historiografi menempati posisi yang besar dalam literatur Byzantium. Perlu disebutkan bahwa Bibliotheca of Photius abad sepuluh masehi, sebagian besar mencurahkan uraiannya mengenai sejarah dari segala sisi.
Persentuhan dengan Byzantium melalui Syiria ini mencatatkan Kronik Edessa pada abad keenam masehi yang merupakan karya analitik. Juga oleh Jacob van Edessa pada abd ke-7 M yang mahir menuliskan tentang peristiwa alam, bencana, gempa, kekeringan, hama dan sebagainya. Walaupun dia mengalami kesulitan kronologis karena adanya perbedaan almanak dalam naskah klasik terakhir.
Informasi bagi orang Islam sekitar orang Romawi dan raja-raja Kristen kembali kepada sumber-sumber Yunani Kristen atau Syiria, demikian pula mengenai Perjanjian Lama dan Baru, juga berita tentang raja-raja Babylonia dan Asyiria juga kembali pada sumber-sumber Kristen.
• Pengaruh Persia
Sebenarnya, bukti yang tersedia tentang bentuk historiografi Persia abad tujuh masehi sangat kurang. Ketiadaan ini menyebabkan kesulitan penentuan penggunaan bentuk analitik dalam historiografinya. Banyak yang menganggap, pendapat yang menekankan pengaruh Persia pada keaslian histoiografi analitik Islam telah gugur. Namun kita masih dapat melacak adanya pengaruh yang tidak kecil dalam konsepsional penulisan sejarah Islam.
Dalam contoh ini adalah penulisan sejarah Raja-raja. Shiddiqie memberikan argumentasi dengan data masuknya tradisi intelektual Persia dalam khazanah Islam. Bahkan buku Persia berjudul Khuday-nama—yang merupakan kisah raja-raja, dan dianggap menjadi buku patokan penulisan biografi Arab—telah masuk dalam historiografi Arab satu abad sebelum Ibn Mukhaffa (w. 139 H). Pengaruh Persia ini cukup negatif. Banyak kisah dalam Khuday-nama yang memuat mitos pribadi dan spekulasi pendeta, juga legenda-legenda Avestik dan roman Iskandar bahkan cerita-cerita tradisi asli Sasanian sering disepuh dengan epik dan retorika.
3. Tujuan dan Perkembangan Historiografi Islam
Tujuan historiografi Islam adalah untuk menunjukan perkembangan konsep sejarah baik di dalam pemikiran maupun di dalam pendekatan ilmiah yang dilakukannya disertai dengan uraian mengenai pertumbuhan, perkembangan, dan kemunduran bentuk-bentuk ekspresi yang dipergunakan dalam penyajian bahan-bahan sejarah Islam.
Dalam Perkembangan peradaban Islam merupakan pencerminan besar dalam sejarah. Beberapa hal yang mendorong perkembangan pesat bagi penulisan sejarah Islam antara lain adanya konsep Islam sebagai agama yang mengandung sejarah, dan adanya kesadaran sejarah yang dipupuk oleh nabi Muhammad. Perkembangan sejarah Islam terjadi dalam 2 tahap yaitu awalnya informasi disampaikan secara lisan.
KESIMPULAN

I. Dalam bentuk penulisan historiografi Islam ada lima bentuk antara lain:
A .Khabar
Khabar biasa diartikan sebagai ‘laporan’, ‘kejadian’ atau ‘cerita’. Biasanya lebih banyak berisi tentang cerita-cerita peperangan dan kepahlawanan. Karakteristik khabar ditekankan dengan garis sanad yang mendahului tiap-tiap khabar, dan hal itu akan dihilangkan bila menginginkan keringkasan khabar itu atau sekedar menyingkirkan munculnya kecermatan pengetahuan
Dalam khazanah historiografi, dapat disimpulkan tiga ciri khabar:
• Dalam khabar tidak terdapat hubungan sebab akibat antara dua atau lebih peristiwa.
• sesuai dengan ciri khasnya yang berakar jauh sebelum Islam, cerita-cerita perang dalam bentuk khabar tetap mempergunakan cerita pendek, memilih situasi dan peristiwa yang disenangi dan kadang menyalahi kejadian yang sebenarnya.
• bentuk khabar cukup bervariasi, sebagai cerita pertempuran yang terus-menerus dan sebagai suatu ekspresi yang artistik, khabar juga disajikan dalam bentuk puisi serta syair-syair.
b. Analitik
Analitik berasal dari kata dasar anno (tahun). Historiografi dalam bentuk analitik merupakan bentuk khusus penulisan sejarah dengan menggunakan kronologis, yaitu pencantuman kejadian tiap tahun.
c. Catatan dinasti
Tidak ada penulisan sejarah di masa lalu yang dapat lepas dari intervensi penguasa. Hampir seluruh catatan sejarah adalah cerita tentang kekuasaan, kemenangan perang dan kepahlawanan sang pendiri dinasti serta anak cucunya. Bahkan banyak terdapat biografi-biografi khusus yang menulis tentang raja-raja itu. Misalnya karya al-Qudla’i yang berjudul ‘Uyun al-Ma’arif. Maka tidak heran jika muncul adagium bahwa sesungguhnya sejarah adalah milik penguasa.
d. Thabaqat
Thabaqat berarti lapisan. Transisi masyarakat dari satu lapisan atau kelas dalam penggantian kronologis generasi mudah dilakukan. Sebagaimana qarn yang mendahului arti thabaqat, yang dalam penggunaannya berarti generasi.
e. Nasab.
Nasab adalah catatan silsilah keluarga. Bagi orang Arab, menjaga jalur keturunan, terutama bagi yang mempunyai nenek moyang tokoh terhormat menyebabkan mereka harus menuliskannya. Keuntungan posisi dan status sosial ekonomi kadang membuat orang menyalahgunakan nasab ini. Nasab, kemudian menjadi bentuk dasar bagi historiografi Islam.
II. Pengaruh penulisan sejarah Islam
• Pengaruh dari Luar Arab
Gesekan budaya antara Islam yang baru lahir dan berkembang dengan bangsa oukimene (berperadaban) yang lain menyebabkan historiografi Islam sedikit banyak mengambil corak dari filsafat dan budaya intelektual yang diterjemahkan maupun dikutip oleh penulis-penulis sejarah muslim
• Pengaruh Yunani
Dalam bentuk analitik, historiografi Yunani memberikan pengaruh besar. Kronik Yunani pada periode itu ketika Islam datang menyajikan bentuk historiografi analitik secara jelas melalui penulis muslim kontemporer.
• Pengaruh Byzantium
Dalam konteks persentuhan dengan Byzantium, lebih banyak berasal dari penganut agama Kristen yang berbangsa Arab sehingga interaksi dengan kaum muslimin cukup sering dan terjadi transfer pengetahuan terhadap mereka.
• Pengaruh Persia
Sebenarnya, bukti yang tersedia tentang bentuk historiografi Persia abad tujuh masehi sangat kurang. Ketiadaan ini menyebabkan kesulitan penentuan penggunaan bentuk analitik dalam historiografinya.


Jawaban Pertayaan

1. (Rika) Bagaimanakah penyajian biografi melalui analitik?
Penyajiannya dilakukan dengan cara kronologis yaitu secara berurutan berdasarkan urutan waktu, misalnya: kejadian-kejadian tiap tahun dicantumkan, biografi melalui analitik biasannya dimulai dari kelahiran tokoh yang akan dituliskan, prestasai yang dapat dicapai tokoh tersebut dan sampai kematian tokoh dituliskan dalam biografi.
(Sumber: H.A. Mukmin Umar, Historiografi Islam, Jakarta, CV. Rajawali, 1988. hlm.33)

2. (Ika) Pengaruh dari luar manakah yang paling kuat yang mempengarui bentuk-bentuk dasar dari historiografi Islam ?
Yunani, karena kebudayaan Arab merupakan pengembangan dari kebudayaan Yunani, yaitu ketika orang-orang Yunani yang memeluk agama Katholik dan dilarang oleh pemerintah Yunani karena dianggap akan merubah kehidupan religius bangsa Yunani yang menyembah banyak Dewa, maka mereka melarikan diri ke Syria, disinilah terjadi kontak kebudayaan dengan orang Arab.
Bukti.
Pada masa kekalifahan Abbasiah orang Arab mampu merebut kota Konstantinopel yang sudah diinginkan orang Arab sejak ke khalifahan Usman bin Khatab. Kota ini sulit direbut karena mempunyai pertahanan laut yang unik berupa pemasangan rantai besi di pintu masuk jalur laut menju kota Konstantinopel sehingga kapal musuh tidak dapat mendekat. Namun armada laut Arab mempuyai srategi dalam berperang yaitu mengangkat kapal melewati tanah dengan melapisi tanah terlebih dahulu dengan belahan kayu agar kapal tidak tersangkut kedalam tanah dan akhirnya mereka sampai ke kota Konstantinopel dan memperoleh kemenangan. Dengan cara inilah pengaruh dari Yunani berupa strategi berperang dan angkatan laut yang kuat dimanfaatkn orang Arab untuk membentuk kekuasaan.

3. (Merry dan Tanti) Jelaskan persamaan dari bentuk-bentuk dasar dari historiografi Islam?
• Kesemuanya menceritakan cerita-cerita kepahlawanan dari orang-orang Arab yang berperang untuk mengislamkan suku-suku yang ditakhukannya.
• Kebayakan bentuk dasar dari historiografi Islam dituliskan dalam lembaran-lembaran kertas, kulit binatang dan daun lontar kemudian dikumpulkan untuk dijadikan sebuah buku oleh para penulis sejarah Islam.
• Kebayakan bentuk dasar dari historiografi Islam dituliskan dalam bentuk syair-ayair karena mengingat keadaan geografis di Arab yang terdiri dari padang pasir yang mempuyai suhu udara yang panas, membuat orang Arab ingin melepaskan kelelahannya dengan bersyair.
Bentuk-bentuk dasar dari historiografi Islam yang banyak diterapkan dalam sejarah yaitu analitik, karena:
• Memudahkan sistematika penulisan sejarah.
• Merupakan rangkuman dari suatu peristiwa menurut seorang sejarawan.
• Memudahkan pembaca dalam memahami suatu peristiwa sejarah.
• Merupakan penghubung dari fakta-fakta sejarah.

4. (Shinta) Bentuk-bentuk dari historiografi Islam yang ada di Indonesia?
Yaitu: hikayat, babad(babad tanah jawi) dan diwarnai oleh nuansa Islam. Shalawat Nabi atau puji-pujian, dan syair. Shalawat badar yaitu perjuangan nabi Muhamad




5. (Muriyani) Jelaskan tujuan dari khabar?
• Tujuan asal dan yang lazim adalah untuk memberitahu kepada mukhatab sesuatu yang belum ia ketahui.
• Tujuan lainnya adalah ta’tsir nafsi(memberikan kesan kejiwaan)yang meliputi: izhah(nasihat), sikhriyah(olok-olok), istihtsaats(membangkitkan semangat)dan madh(pujian).

6. (Susi) Jelaskan perbedaan pengaruh historiografi Islam yang datang dari luar Arab?
• Yunani, pengaruhnya masuk dalam historiografi Islam dari Lebanon dimana pada saat itu mayoritas penduduknya beragama Katholik yang berasal dari Yunani dan melakukan kontak kebudayaan dengan orang Arab.
• Persia, pengaruhnya berupa hukum yang berasal dari Persia dimana orang yang melakukan pembunuhan akan dipengal kepalanya oleh seorang Algojo (eksekutor) atas perintah penguasa. Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa hidup dengan damai dan meminimalisir tindak kejahatan.

7. (Hesti) Jelaskan ciri-ciri dari historiografi Islam ?
• Istana sentris: Penulisannya berdasarkan kejayaan kekhalifahan Islam, seperti pada masa Ummayah yang telah mampu meluaskan kekuasaan islam kearah Barat meliputi Afrika Utara dan Spayol bagian Selatan.
• Rajasentris: Penulisannya berdasarkan kejayaan kekhalifahan Islam, seperti pada masa Abu Bakar sebagai sahabat dan pengganti nabi Muhamad yang meneruskan pemerintahan Islam di Arab.
• Geneologi: Penulisannya berdasarkan silsilah kehidupan khalifah seperti pada masa pemerintahan Ali yang merupakan petera dari Abu Thalib dan sekaligus sebagai menantu nabi Muhamad yang memperistri siti Aisyah, sehingga dapat melanjutkan keturunan nabi Muhamad.
• Sinandi: Dalam pengislaman keberbagai wilayah dilakukan dengan cara peperangan karena pada saat itu sulit dilakukan dalam keadaan damai, sedangkan dalam historiografi Islam mereka dikisahkan sebagai penyelamat bagi orang-orang yang memuja banyak Dewa karena mereka tidak fokus dalam melakukan pemujaan.
• Religiomagis: Penulisannya berdasarkan kehidupan orang Arab yang telah memeluk agama Islam sebagai agama negara sehingga merupakan kewajiban bagi pemeluknya untuk menyebarluaskan ke berbagai penjuru dunia.
• Etnosentris: Penulisaanya berdasarkan kesukuan yang mengistimewakn suku Arab sebagai suku yang kuat yang telah mampu memanfaatkan kekosongan kekuasaan yang terjadi di Timur Tengah karena pada saat itu kerajaan Romawi sedang menagalammi kemunduran. Dan suku Arab mampu menguasai kekuasaan Romawi dengan mengembangkan kebudayaan Romawi itu sendiri.
Sumbangan historiografi Islam bagi sejarah nasional Indonesia.
Adanya historiografi Islam di Indonesia (seperti kerajaan Demak dam Mataram Islam) yang mendapat pengaruh dari pedagang-pedagang Arab yang ingin mencari rempah-rempah di nusantara, sehingga terjadi kontak budaya. Orang Arab yang berdagang ke nusantara menceritakan kehidupan keagamaan yang ada di Arab berupa agama Islam, ternyata masyarakat di nusantara sudah memilki keagamaan berupa agama Hindhu-Budha. Sedangkan pada abad ke 13 kerajaan yang bercorak Hindhu-Budha sedang mengalami kelemahan kekuasaan dan pengaruh Islam dapat masuk ke nusantara. Para pedagang inipun disertai para pemuaka agama untuk mendampingi kegiatan spiritual para pedagang, sesampainya ditujuan pemuka agama selanjutnya menyebarkan agama Islam sebagai pertanggung jawabnya menjadi seorang muslim.



8. (Alpian) Mengapa historiografi Islam mendapat pengaruh dari luar Arab?
Karena pada dasarnya wilayah di Arab ini tidak subur yang mengakibatkan kehidupan masyarakatnya hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan air sulit didapatkan di sini sehingga terjadi pertikaian antar suku-suku di Arab, dan mereka tidak sempat untuk mengebangkan kebudayaannya. Baru setelah mereka mendapat pengaruh dari luar Arab mereka dapat mengembangkannya yang berdampak lahirnya kekuasaan Arab sehingga mampu menguasai wilayah yang subur untuk kelangsungan suku Arab.
Historiografi Islam yang asli.
Berupa tulisan Arab yang menterjemahkan buku-buku asing kedalam bahasa Arab untuk memudahkan orang Arab dalam mempelajarinya, penterjemahan buku asing ini dapat berkembang dengan cepat karena khalifah akan memberika hadiah emas dengan berat yang sama atas buku yang telah diterjemahkan.
(Sumber: W. Montgomery Watt, Kejayaan Islam Kajian Kritis dar Tokoh Orientalis (terj), Yogyakarta, PT Tiara Wacana Yogya, 1990, hlm.15)










DAFTAR PUSTAKA

Umar, A. Mu’in, Historiografi Islam (Pertumbuhan dan Perkembangannya), Pidato Pengukuhan Guru Besar Fakultas Ushuludin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,
7 November 1992.
Umar, A. Mu’in,1977, Pengantar Historiografi Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1977.
Umar, A. Mu’in, Historiografi Islam (Jakarta: Rajawali Press, t.th.)
Shiddiqie, Nourouzzaman1983, Pengantar Sejarah Muslim (t.tp.: Nur Cahaya).
Al-Hikmah, 1993, Jurnal Studi-studi Islam, edisi Syawwal-Dzulhijjah 1413/ April-Juni
Danar Widiyanta. 2002. Perkembangan Historiografi Tinjauan di Berbagai Wilayah Dunia. Yogyakarta:UNY.